GemaWarta – 14 April 2026 | Arab Saudi mengumumkan serangkaian kebijakan penting menjelang musim haji 2026, termasuk penegasan bahwa hanya visa haji resmi yang diakui sah, pembatasan ketat akses ke kota suci Makkah, serta pemulihan cepat jalur pipa minyak utama Petroline setelah serangan yang mengganggu pasokan energi global.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa bagi jemaah asing yang ingin menunaikan ibadah haji pada tahun 2026, satu-satunya dokumen yang diakui adalah visa haji resmi. Semua jenis visa non‑haji, termasuk visa turis, visa umrah, visa transit, dan visa kunjungan, dilarang keras digunakan untuk tujuan haji. Pemerintah menekankan pentingnya pemesanan melalui saluran resmi yang telah terverifikasi, seperti aplikasi Nusuk bagi warga Saudi dan platform resmi bagi jemaah internasional, guna menghindari penipuan dan potensi masalah hukum.
Sejalan dengan kebijakan visa, otoritas Saudi juga memberlakukan pembatasan akses masuk ke Kota Suci Makkah mulai 13 April 2026. Kebijakan ini mencakup hanya pemegang izin tinggal (iqamah) yang diterbitkan di Makkah, pemegang visa haji resmi, serta pekerja dengan izin kerja di area tempat-tempat suci yang diizinkan masuk. Semua individu yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan ditolak di pos pemeriksaan dan diarahkan kembali. Pembatasan ini dilengkapi dengan aturan tambahan, antara lain batas akhir keberangkatan jemaah umrah pada 18 April 2026, serta penghentian sementara penerbitan izin umrah melalui platform Nusuk mulai 18 April hingga 31 Mei 2026.
Pembatasan akses tersebut merupakan implementasi prinsip “Tidak Ada Haji Tanpa Izin” yang telah menjadi kebijakan rutin pemerintah Saudi menjelang puncak musim haji. Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kualitas layanan ibadah. Ia juga memperingatkan warga Indonesia untuk tidak tergiur tawaran haji jalur cepat yang menggunakan visa non‑haji, karena dapat berujung penolakan masuk maupun sanksi hukum.
Di sisi lain, pada bidang energi, Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan keberhasilan memulihkan jalur pipa minyak utama timur‑barat, Petroline, yang sempat terganggu akibat serangan Iran. Pemulihan ini mengembalikan kapasitas pompa minyak menjadi sekitar 7 juta barrel per hari (bpd), mengembalikan produksi ke level maksimal. Sebelumnya, serangan tersebut menyebabkan hilangnya sekitar 700.000 bpd pada jalur timur‑barat serta mengganggu produksi di ladang Manifa. Saat ini, upaya pemulihan juga sedang dilakukan di ladang Khurais untuk mengembalikan kapasitas penuh.
- Jenis visa yang dilarang: visa turis, visa umrah, visa transit, visa kunjungan.
- Kriteria masuk Makkah: iqamah Makkah, visa haji resmi, izin kerja di area suci.
- Batas akhir umrah: 18 April 2026.
- Pemulihan Petroline: kapasitas kembali 7 juta bpd.
Kebijakan visa haji dan pembatasan akses ke Makkah dipandang sebagai upaya koordinasi antara Arab Saudi dan otoritas haji di negara lain, termasuk Indonesia, untuk memastikan bahwa ribuan jemaah dapat melaksanakan ibadah secara aman dan teratur. Sementara itu, pemulihan Petroline menegaskan komitmen Saudi dalam menjaga stabilitas pasar energi global di tengah ketegangan geopolitik, khususnya di Selat Hormuz yang masih menjadi titik sensitif.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini mencerminkan upaya terintegrasi Arab Saudi dalam mengelola dua aspek krusial: kepastian ibadah haji bagi umat Muslim serta keamanan pasokan energi internasional. Dengan penegakan visa haji yang ketat, pembatasan akses Makkah yang terukur, dan pemulihan infrastruktur energi yang cepat, Saudi berusaha menjaga reputasi sebagai penjaga dua pilar penting dalam kehidupan umat Islam dan ekonomi dunia.

