GemaWarta – 14 April 2026 | Bandung – Persib Bandung berhasil mengamankan tiga poin krusial dengan kemenangan tipis 3-2 atas Bali United pada pekan ke-27 Liga Super 2025/26. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (12 April 2026) menjadi sorotan utama setelah tim asuhan Bojan Hodak hampir tergelincir akibat insiden kartu merah yang menurunkan jumlah pemain menjadi sepuluh orang.
Awal laga Persib tampak menguasai alur permainan. Dua gol awal yang tercipta memberikan keunggulan 2-0 dan menimbulkan harapan bahwa Maung Bandung akan menutup urusan dengan cepat. Bojan Hodak mengakui bahwa sebelum insiden kartu merah, ia sudah memprediksi pertandingan akan berlangsung ketat namun tetap berada dalam kendali timnya. “Kami sudah menyiapkan skenario sulit, namun bila kami tetap bermain dengan sebelas lawan sebelas, dua gol itu cukup untuk menuntaskan pertandingan,” ujar sang pelatih sebelum pertandingan.
Namun, pada menit ke-30, Patricio Matricardi menerima kartu merah kedua setelah melakukan pelanggaran keras pada pemain lawan. Keputusan wasit tersebut memaksa Persib bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari setengah waktu pertandingan. Bojan langsung menilai perubahan ritme permainan. “Setelah Matricardi keluar, tempo pertandingan berubah. Kami harus menyesuaikan taktik, namun tekanan lawan meningkat,” jelasnya.
Kondisi 10 pemain membuat Persib harus berjuang keras untuk menahan serangan Bali United. Tim tamu berhasil memanfaatkan kelebihan pemain dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-55 dan menit ke-78. Bojan mengakui bahwa kelelahan pemain menjadi faktor penting dalam kebobolan tersebut. “Kami merasa lelah, terutama setelah mereka memiliki satu pemain lebih banyak. Itu memberi mereka ruang untuk menciptakan peluang, meski hanya satu tendangan dari pinggir saja,” tambahnya.
Meskipun berada di bawah tekanan, Persib tidak menyerah. Gol penyeimbang datang pada menit ke-85 melalui serangan balik cepat yang dipimpin oleh striker utama. Gol tersebut menegaskan kembali semangat juang tim meski dalam kondisi kurang menguntungkan. Pada menit tambahan, Persib berhasil menambah satu gol lagi, menutup skor 3-2 dan memastikan tiga poin penting.
Setelah peluit akhir, Bojan menegaskan bahwa hasil akhir tetap menjadi prioritas utama. “Kami harus bersyukur atas tiga poin ini. Fokus kami kini beralih ke laga berikutnya, terutama menghadapi Dewa United di kandang,” ungkapnya. Pemain bek Frans Putros juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi. “Kemenangan ini harus menjadi motivasi, bukan alasan untuk lengah. Kami harus segera mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya,” katanya.
Insiden kartu merah Matricardi tidak hanya memengaruhi taktik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang mental pemain dalam situasi krisis. Bojan menilai bahwa mental tim cukup kuat untuk bertahan dan bangkit kembali, meski terdapat momen kelelahan. “Kami belajar banyak dari laga ini. Mental pemain harus tetap terjaga, terutama ketika harus bermain dengan satu orang kurang,” kata pelatih.
Dengan kemenangan ini, Persib mempertahankan posisi puncak klasemen dengan 64 poin, unggul empat poin dari Borneo FC di posisi kedua. Statistik menunjukkan bahwa Persib mencatat rata-rata kepemilikan bola 55% dan tembakan ke gawang sebanyak 12 kali, sementara Bali United mencatat 8 tembakan. Meskipun berada dalam posisi yang menguntungkan, pelatih tetap menekankan pentingnya konsistensi dan pengelolaan mental pemain ke depan.
Kemenangan dramatis melawan Bali United menegaskan kemampuan Persib untuk bangkit dari situasi yang tidak menguntungkan. Bojan Hodak berharap timnya dapat mempertahankan performa tinggi, memperkuat mental, dan menghindari insiden serupa di pertandingan-pertandingan berikutnya. Dengan persiapan matang, Maung Bandung siap menatap tantangan selanjutnya di Liga Super 2025/26.











