GemaWarta – 31 Juli 2026 | Andrea Pirlo, legenda sepak bola Italia, baru-baru ini mengalami kekecewaan besar setelah ditolak sebagai pelatih tim nasional Italia. Proses penolakan ini berawal dari kontroversi seputar kontraknya sebagai duta merek perusahaan taruhan Rusia, Fonbet. Keputusan ini menyebabkan Paolo Maldini dan Leonardo mengundurkan diri dari jabatan mereka di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Menurut Presiden FIGC, Giovanni Malago, keputusan membatalkan penunjukan Pirlo bukan dipicu konflik internal, melainkan pertimbangan etika dan waktu yang dianggap tidak tepat. Malago menyatakan bahwa FIGC sebelumnya telah menyetujui nama Pirlo sebagai calon pelatih, namun situasi berubah setelah diketahui Pirlo masih memiliki kontrak dengan Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia yang dilarang.
Pirlo sendiri telah menyatakan bahwa kontraknya dengan Fonbet terkait dengan pekerjaannya di Uni Emirat Arab dan bukan untuk tujuan politik. Ia menyatakan bahwa atribusi makna politis terhadap kolaborasi tersebut berarti mengaitkan keyakinan yang tidak pernah ia ungkapkan.
Setelah kejadian ini, Dubai United, klub yang saat ini melatih Pirlo, menyatakan dukungan penuh terhadap pelatih mereka. Mereka menyatakan bahwa Pirlo sepenuhnya berkomitmen untuk klub dan bahwa klub juga berkomitmen penuh terhadapnya. Klub ini sedang mempersiapkan diri untuk musim pertama mereka di ADNOC Pro League.
Akhirnya, FIGC secara resmi menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih baru tim nasional Italia, menggantikan Gennaro Gattuso. Penunjukan ini diumumkan setelah sebelumnya santer dikabarkan bahwa Pirlo akan menjadi pelatih baru.
Kesimpulan dari seri kejadian ini menunjukkan bahwa dunia sepak bola tidak hanya tentang teknik dan strategi, tetapi juga tentang politika dan etika. Keputusan yang diambil oleh FIGC dan reaksi dari para tokoh sepak bola menunjukkan kompleksitas yang ada di balik layar industri sepak bola.









