GemaWarta – 20 Mei 2026 | Pemerintahan Amerika Serikat telah mengumumkan penundaan dalam rencana pengerahan pasukan ke Polandia. Wakil Presiden AS, JD Vance, menjelaskan bahwa keputusan ini bukanlah pembatalan, melainkan penundaan sementara dalam rotasi pasukan. Ia menegaskan bahwa pasukan tersebut masih bisa dikerahkan ke tempat lain di Eropa.
Keputusan ini diambil setelah sebelumnya dilaporkan bahwa rencana pengerahan pasukan tersebut dibatalkan. Vance menjelaskan bahwa pemerintahan Trump belum mencapai keputusan final mengenai ke mana pasukan tersebut pada akhirnya akan ditempatkan.
Vance juga menekankan bahwa sekutu-sekutu AS di Eropa perlu memikul tanggung jawab yang lebih besar atas beban pertahanan mereka sendiri. Ia menegaskan bahwa AS harus memiliki kedaulatan yang lebih besar, dan Eropa harus lebih mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Pengumuman ini sejalan dengan kebijakan Trump terhadap Eropa. Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump berulang kali menegaskan bahwa negara-negara Eropa harus mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan benua mereka sendiri, alih-alih terus bergantung pada Amerika Serikat.
Penundaan pengiriman pasukan ke Polandia ini juga berkaitan dengan rencana pengurangan jumlah pasukan AS di Eropa. Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa pengurangan jumlah pasukan AS di Eropa adalah hasil dari proses komprehensif berlapis yang berfokus pada penataan kembali pasukan militer Amerika di Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir, terjadi ledakan gas yang menyebabkan bangunan runtuh di Jerman, sehingga tiga orang dilaporkan hilang. Namun, peristiwa ini tidak terkait langsung dengan keputusan penundaan pengiriman pasukan ke Polandia.
Kesimpulan dari keputusan ini adalah bahwa AS masih komitmen untuk mempertahankan keamanan di Eropa, namun dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Penundaan pengiriman pasukan ke Polandia dan pengurangan jumlah pasukan AS di Eropa merupakan langkah-langkah yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut.











