GemaWarta – 26 Mei 2026 | Persib Bandung baru saja mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang berhasil meraih gelar juara liga tiga kali beruntun di Indonesia. Keberhasilan ini disambut meriah oleh para pendukung setia Persib Bandung, yang melakukan pawai juara sejak Sabtu (23/5/2026) malam hingga Minggu (24/5/2026). Bahkan, di beberapa kota di sekitar Bandung, pawai juara masih berlangsung hingga Senin (25/5/2026).
Thom Haye, bintang Persib Bandung, sangat terkesan dengan antusiasme luar biasa Bobotoh. Ia mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Maung Bandung melalui Instagram. “Hatur nuhun atos ngadukung Bobotoh,” ujarnya. Haye juga menyebutkan bahwa momen juara bersama Persib Bandung merupakan momen yang layak dikenang sepanjang hidup.
Namun, di tengah euforia kemenangan, keputusan mengejutkan datang dari sosok yang membawa Persib Bandung meraih gelar juara, yaitu Bojan Hodak. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala Persib Bandung setelah pawai juara selesai digelar. Keputusan ini membuat manajemen Persib Bandung terkejut, karena Bojan baru saja membawa Persib meraih tiga gelar liga secara beruntun.
Menurut Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, Bojan Hodak baru berbicara tentang keputusannya setelah seluruh rangkaian perayaan selesai. Umuh mengaku telah melihat indikasi akan mundurnya Bojan dari Persib, tapi ia tidak menyangka percakapan itu akan berujung pada perpisahan.
Kepergian Bojan Hodak disebut berkaitan dengan urusan pribadi yang membuatnya tidak lagi bisa menetap penuh di Indonesia. Persib Bandung pun langsung menunjuk Igor Tolic, asisten pelatih yang telah menjadi sosok paling dekat dengan metode kerja Bojan, untuk menjadi pelatih kepala musim 2026/2027.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa Persib Bandung telah mencapai prestasi luar biasa dengan meraih gelar juara liga tiga kali beruntun. Namun, keputusan Bojan Hodak untuk mundur dari kursi pelatih kepala merupakan kejutan yang tidak terduga. Persib Bandung harus segera menyesuaikan diri dengan kehilangan pelatih yang telah membawa mereka meraih kesuksesan.









