GemaWarta – 27 Mei 2026 | Mohamed Salah, pemain internasional Mesir, telah mengucapkan selamat tinggal kepada Liverpool setelah penampilan terakhirnya bersama The Reds. Ia menggunakan media sosial untuk membagikan pesan yang menyentuh hati, menggambarkan pengalaman tersebut sebagai malam tersulit dalam kariernya.
Peluit akhir dalam laga melawan Brentford menandai berakhirnya musim Liga Premier dan juga menandai berakhirnya sebuah bab legendaris bagi Liverpool. Mohamed Salah telah menjadi motor serangan The Reds selama hampir satu dekade dan secara resmi telah mengucapkan selamat tinggal kepada klub tempat ia bertransformasi dari seorang pemain sayap berbakat menjadi ikon global.
Salah mengunggah foto dirinya di dalam Stadion Anfield, menyapa penonton untuk terakhir kalinya, dan melengkapi foto tersebut dengan keterangan yang menyentuh hati: "Malam terpanjang dalam hidupku.. Terima kasih sekali lagi untuk segalanya." Kepergian Salah ini menandai akhir dari masa bakti yang luar biasa selama sembilan tahun di Merseyside, di mana ia berhasil membuktikan diri sebagai salah satu pemain paling produktif yang pernah mengenakan seragam merah legendaris tersebut.
Sejak bergabung dari Roma pada musim panas 2017 dengan biaya transfer sekitar £34 juta ($46 juta), pemain internasional Mesir ini telah menjadi katalis utama bagi kembalinya klub ke puncak sepak bola domestik dan Eropa. Ia meninggalkan Anfield dengan lemari trofi yang akan membuat iri siapa pun, setelah mengamankan berbagai gelar domestik dan kontinental selama masa jabatannya.
Pantasan saja, kontribusi besar terakhirnya termasuk membantu tim mengamankan gelar Liga Premier selama musim 2024-2025. Selain gelar-gelar juara, warisan Salah ditandai oleh catatan statistiknya yang luar biasa dan tingkat konsistensi yang nyaris tak tertandingi di sepertiga akhir lapangan. "Raja Mesir" ini memecahkan rekor tak terhitung jumlahnya selama berkarier di klub tersebut.
Dengan 191 gol, ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub di Liga Premier dan secara konsisten masuk dalam persaingan perebutan Sepatu Emas tahun demi tahun. Para penggemar di Anfield merespons penampilan terakhirnya dengan luapan emosi yang luar biasa, memberikan penghormatan kepada pemain yang menjadi talisman tak terbantahkan bagi mereka.
Perpisahan yang penuh emosi ini mencerminkan statusnya sebagai legenda modern, dengan para penonton memastikan ia merasakan sepenuhnya apresiasi mereka sebelum melanjutkan ke babak baru dalam kariernya. Meskipun masa baktinya di wilayah Barat Laut Inggris telah berakhir, pemain berusia 33 tahun ini belum secara resmi mengonfirmasi di mana ia akan bermain musim depan.
Spekulasi terus beredar mengenai kemungkinan kepindahannya ke Liga Pro Arab Saudi, di mana ia telah lama menjadi incaran, atau pindah ke Major League Soccer di Amerika Serikat. Salah juga telah melampaui rekor Steven Gerrard sebagai pemberi assist terbanyak klub sepanjang era liga primer, dengan total 93 assist di Premier League.
Pelatih Arne Slot memutuskan menarik keluar Salah pada menit ke-74, dan seluruh penonton Anfield berdiri memberikan tepuk tangan panjang atau standing ovation. Suasana semakin haru ketika rekan-rekan setimnya spontan membentuk barisan penghormatan di pinggir lapangan sebagai bentuk respek kepada pemain yang telah menjadi simbol kejayaan klub selama bertahun-tahun.
Sebelum meninggalkan lapangan, Salah sempat berlutut dan mencium rumput Anfield untuk terakhir kalinya. Ia kemudian berjalan perlahan sambil menerima pelukan dari Arne Slot di tengah riuh sorak ribuan suporter. Perpisahan emosional ini mencerminkan betapa besar pengaruhnya terhadap Liverpool dan para penggemarnya.
Kesimpulan, Mohamed Salah meninggalkan Liverpool setelah sembilan tahun membela klub, meninggalkan warisan yang luar biasa dan memecahkan rekor-rekor yang tak terhitung jumlahnya. Ia akan selalu diingat sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah Liverpool, dan perpisahannya akan menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi para penggemar.









