TEKNO

Tiongkok Pimpin Inovasi Mobil AI Global, Namun Tersandung Uji Keandalan

×

Tiongkok Pimpin Inovasi Mobil AI Global, Namun Tersandung Uji Keandalan

Share this article
Tiongkok Pimpin Inovasi Mobil AI Global, Namun Tersandung Uji Keandalan
Tiongkok Pimpin Inovasi Mobil AI Global, Namun Tersandung Uji Keandalan

GemaWarta – 27 Mei 2026 | Tiongkok telah menjadi pemimpin dalam inovasi mobil AI global, namun masih menghadapi tantangan dalam uji keandalan penerapan di lapangan. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran bahwa perkembangan AI di Tiongkok dapat menghambat industri AI di Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini membatalkan pengesahan Executive Order (Perintah Eksekutif) terkait kecerdasan buatan (AI), hanya beberapa jam sebelum acara dimulai. Keputusan ini diambil setelah sejumlah tokoh industri teknologi menyampaikan kekhawatiran mereka secara langsung kepada Trump terkait rancangan aturan AI tersebut.

🔖 Baca juga:
Starbucks Akan Menggunakan Teknologi AI untuk Menentukan Bonus Pekerja

Beberapa tokoh yang disebut menyampaikan keberatan antara lain pemilik X (Twitter) Elon Musk, pendiri Facebook (Meta) Mark Zuckerberg, hingga investor teknologi sekaligus mantan penasihat AI dan kripto Gedung Putih, David Sacks. Mereka khawatir Perintah Presiden/Perpres itu dapat menghambat perkembangan industri AI di AS dan memberi keuntungan kepada Tiongkok dalam persaingan teknologi global.

Aturan tersebut juga dinilai berpotensi memperlambat peluncuran produk AI baru dan membuka peluang bagi pemerintahan di masa depan untuk memperketat pengawasan industri teknologi. Trump disebut “pikir dua kali” dan langsung membatalkan penandatanganan Executive Order AI tersebut pada Kamis (22/5/2026) waktu setempat.

🔖 Baca juga:
Kerusuhan dan Kekerasan: Dari Riot di Rusia hingga Kriminal di Amerika

Saat ditanya soal alasan pembatalan itu, Trump hanya mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai draf aturan yang telah disiapkan. Trump juga menegaskan bahwa AS masih memimpin dalam pengembangan AI global dan ia tidak ingin kebijakan baru justru menghambat posisi tersebut.

Perpres AI yang dibatalkan ini sebenarnya tidak sampai mewajibkan lisensi atau pengujian pemerintah terhadap model AI baru. Namun, salah satu klausul dalam rancangan aturan itu menyebut bahwa pemerintah AS akan memperkenalkan protokol “sukarela” yang meminta perusahaan AI memberikan pemberitahuan 90 hari sebelum meluncurkan teknologi baru.

🔖 Baca juga:
Nvidia Siap Menghadapi Tantangan di Pasar CPU

Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa Tiongkok masih memimpin dalam inovasi mobil AI global, namun masih perlu meningkatkan keandalan penerapan di lapangan. Sementara itu, AS masih memimpin dalam pengembangan AI global, namun perlu memastikan bahwa kebijakan baru tidak menghambat posisi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *