GemaWarta – 27 Mei 2026 | Piala Dunia 2026 semakin dekat, dan persiapan dari berbagai negara peserta sudah mulai terlihat. Namun, di balik antisipasi dan harapan, beberapa kontroversi juga mulai muncul. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kasus Sardar Azmoun, striker andalan Timnas Iran, yang dicoret dari skuad sementara Piala Dunia 2026 karena isu politik.
Azmoun, yang memiliki rekam jejak 57 gol dari 91 penampilan bersama Timnas Iran, dianggap sebagai pilar penting di lini serang. Keputusan pelatih Amir Ghalenoei untuk mencoret Azmoun memicu gelombang kontroversi di Iran, dengan banyak yang menduga adanya motif politik di balik keputusan tersebut.
Di sisi lain, persiapan infrastruktur untuk Piala Dunia 2026 juga menjadi perhatian. Stadion Arrowhead di Kansas City, yang dikenal sebagai markas paling berisik milik tim NFL Kansas City Chiefs, akan menjadi salah satu venue pertandingan. Stadion ini akan mengalami penyesuaian kapasitas untuk memenuhi standar FIFA, dari kapasitas normal lebih dari 70 ribu penonton menjadi sekitar 65 hingga 68 ribu penonton.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, dengan 48 tim peserta. Turnamen ini akan berlangsung pada 11 Juni hingga 20 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan demikian, persiapan dan antisipasi dari berbagai pihak, baik dari tim peserta maupun penyelenggara, harus maksimal untuk memastikan kesuksesan turnamen ini.
Kontroversi seputar Sardar Azmoun dan persiapan infrastruktur hanyalah beberapa contoh tantangan yang dihadapi dalam menjelang Piala Dunia 2026. Namun, dengan semangat olahraga dan kerja sama, turnamen ini diyakini akan menjadi salah satu momen paling epik dalam sejarah sepak bola dunia.









