GemaWarta – 30 Mei 2026 | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyalurkan daging kurban ke 92 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah terdampak bencana, serta komunitas minoritas muslim. Selain itu, daging kurban juga didistribusikan untuk korban genosida Israel di Palestina.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, mengatakan bahwa distribusi hewan kurban menyasar wilayah konflik kemanusiaan di Palestina dan Yordania. Program kurban ini mampu menjangkau wilayah-wilayah 3T, terluar, terdepan, tertinggal, seperti di Papua, Nusa Tenggara, terus ada yang sampai Pulau Buru (Maluku), dan Kalimantan.
Selain menyasar wilayah pelosok dan daerah terdampak bencana, pihaknya juga menyalurkan hewan kurban ke wilayah konflik di Palestina. Upaya ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk membantu korban genosida di Palestina.
Dalam misi lain, 6 dari 7 relawan Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Land Convoy (GSLC) telah dipulangkan ke Indonesia. Mereka sebelumnya terlibat dalam misi bantuan kemanusiaan untuk Palestina melalui jalur darat. Relawan tersebut menempuh rute Libya – Mesir – Gaza dan dikuti oleh para relawan dunia termasuk 7 orang relawan Indonesia.
Kemlu RI dan Perwakilan RI terkait telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memantau dan memastikan keselamatan mereka. Dalam perjalanannya, GSLC tidak berhasil memperoleh izin melintas di wilayah Sirte, perbatasan Libya barat – Libya timur.
KBRI Tripoli berhasil menjemput ketujuh relawan Indonesia dan selama di Tripoli, ke-tujuh relawan terus diberikan pendampingan dan ditampung di Wisma KBRI Tripoli, sambil menunggu proses kepulangan ke Indonesia. Para relawan menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pendampingan Kemlu dan Perwakilan RI.
Upaya bantuan kemanusiaan untuk Palestina terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan dan pemerintah. Dengan demikian, diharapkan korban genosida di Palestina dapat mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.











