GemaWarta – 02 Juni 2026 | Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Indonesia, terus mencuri perhatian di panggung Moto3 2026. Dalam tujuh seri pertama musim ini, Veda berhasil menorehkan sejumlah pencapaian penting yang mengangkat nama bangsa di pentas balap motor dunia.
Veda memulai debutnya di Moto3 pada GP Thailand yang berlangsung di Sirkuit Chang International Circuit, Buriram, pada awal Maret 2026. Mengendarai Honda NSF250RW milik Honda Team Asia, ia langsung memberikan kejutan dengan finis di posisi kelima.
Penampilan impresif itu sekaligus membuktikan bahwa Veda mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dunia. Selanjutnya, momentum positif berlanjut saat seri kedua digelar di Brasil. Pada GP Brasil, Veda berhasil mencatat sejarah yang belum pernah dicapai pembalap Indonesia di ajang Grand Prix.
Ia menyelesaikan balapan di posisi ketiga dan mengamankan podium pertamanya di Moto3. Prestasi tersebut menjadikan Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium dalam sejarah kejuaraan dunia Grand Prix.
Berkat hasil gemilang itu, Veda mengoleksi 27 poin dari dua seri pertama dan sempat menempati posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026. Pencapaian tersebut langsung membuat namanya menjadi perbincangan di kalangan pecinta balap motor internasional.
Meski tampil impresif pada awal musim, perjalanan Veda tidak selalu berjalan mulus. Saat GP Amerika Serikat di Austin, ia kembali menunjukkan kecepatan luar biasa dengan mengamankan posisi start keempat. Namun, insiden highside pada lap kelima menghentikan perjuangannya.
Kecelakaan tersebut membuat Veda gagal finis dan kehilangan kesempatan meraih poin penting. Akibatnya, ia turun dari posisi ketiga ke peringkat ketujuh klasemen sementara. Meskipun demikian, insiden tersebut menjadi pengalaman berharga yang membantu perkembangan mental dan kematangannya sebagai pembalap profesional.
Setelah mengalami kekecewaan di Austin, Veda langsung menunjukkan karakter petarung saat GP Spanyol di Jerez. Ia memulai balapan dari posisi ke-17. Namun, dengan strategi matang dan kecepatan yang konsisten, Veda berhasil menyalip 11 pembalap dan finis di posisi keenam.
Tidak hanya itu, ia juga memecahkan rekor kecepatan tertinggi Moto3 menggunakan Honda NSF250RW. Veda mencatat kecepatan 222,2 km/jam, melampaui rekor sebelumnya yang berada di angka 221,3 km/jam.
Catatan tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pembalap muda dengan potensi besar di Moto3 2026. Performa kompetitif kembali diperlihatkan Veda saat GP Prancis di Le Mans.
Dalam persaingan ketat untuk memperebutkan status rookie terbaik musim ini, Veda tetap berpeluang. Dengan performa yang terus meningkat, peluang tersebut masih terbuka lebar.
Kesimpulan, Veda Ega Pratama telah menorehkan sejarah di Moto3 2026 dengan pencapaian yang gemilang. Ia tetap menjadi salah satu pembalap muda dengan potensi besar dan berpeluang untuk menjadi rookie terbaik musim ini.











