Otomotif

Penjualan BYD Melonjak Hampir Dua Kali Lipat di Jepang, Menandai Lompatan Besar Pasar EV Asia

×

Penjualan BYD Melonjak Hampir Dua Kali Lipat di Jepang, Menandai Lompatan Besar Pasar EV Asia

Share this article
Penjualan BYD Melonjak Hampir Dua Kali Lipat di Jepang, Menandai Lompatan Besar Pasar EV Asia
Penjualan BYD Melonjak Hampir Dua Kali Lipat di Jepang, Menandai Lompatan Besar Pasar EV Asia

GemaWarta – 19 April 2026 | Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, mencatat peningkatan penjualan yang signifikan di pasar Jepang pada kuartal pertama 2026. Pada bulan Maret, sebanyak 625 unit kendaraan BYD terdaftar, menandakan lonjakan 91,1 persen dibandingkan dengan 327 unit yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dilihat secara keseluruhan, BYD berhasil mengirimkan 1.142 mobil listrik dan plug‑in hybrid selama tiga bulan pertama tahun ini, melampaui pertumbuhan tahunan lebih dari 100 persen.

Data ini diambil dari Japan Automobile Importers Association (JAIA) dan menegaskan bahwa meski pangsa pasar kendaraan energi baru (NEV) di Jepang masih terbatas, BYD berhasil meraih sekitar 3,7 persen dari total NEV yang terjual. Pada Maret 2026, total penjualan kendaraan di Jepang mencapai 407.564 unit, sementara kendaraan NEV hanya berjumlah 16.924 unit (sekitar 4,15 persen dari seluruh penjualan). Dengan angka tersebut, BYD berada di posisi ketiga setelah merek domestik utama.

🔖 Baca juga:
Bobibos Siap Uji Jalan Kendaraan: Pemerintah Tekan Tes Bahan Bakar Nabati di Tengah Krisis Energi
Periode Unit Terdaftar Pertumbuhan (%)
Maret 2025 327
Maret 2026 625 91,1
Kuartal I 2026 (total) 1.142 >100

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi BYD yang menyesuaikan portofolio produk untuk pasar Jepang. Hingga kini, lima model telah dipasarkan secara resmi: Sealion 7, Atto 3, Dolphin, Seal (semua BEV) serta Sealion 6 yang merupakan PHEV. Untuk memperkuat posisi, BYD merencanakan peluncuran model baru bernama “Racco”, sebuah mobil kota listrik kompak yang diproyeksikan akan dibanderol sekitar 2,5 juta yen (setara Rp269,6 juta). Harga kompetitif diharapkan menarik konsumen yang sensitif terhadap subsidi pemerintah yang kini telah dipotong drastis, dari kisaran 350.000‑400.000 yen menjadi hanya 150.000 yen per unit.

Penurunan subsidi menambah tekanan pada produsen asing, memaksa mereka mengandalkan nilai tambah produk dan jaringan layanan. BYD menanggapi tantangan ini dengan meningkatkan jaringan dealer, menawarkan paket layanan purna jual, serta menonjolkan keunggulan teknologi baterai yang diklaim memiliki daya jelajah lebih tinggi dan siklus hidup yang lebih panjang.

Secara global, BYD menunjukkan pergeseran fokus yang jelas. Dari total penjualan 688.939 unit di seluruh dunia pada tahun 2025, ekspor kini menyumbang lebih dari 50 persen, menandakan bahwa pasar internasional menjadi motor pertumbuhan utama perusahaan. Peningkatan ekspor ini juga selaras dengan penurunan subsidi di pasar domestik China, yang memaksa BYD memperluas jejaknya ke luar negeri, termasuk Jepang, Eropa, dan Amerika Latin.

🔖 Baca juga:
Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Bus TransJakarta di Halte Lenteng Agung, Jakarta Selatan

Di sisi lain, pasar kendaraan listrik di Asia masih dipengaruhi oleh dinamika regional lain. Di Indonesia, penjualan mobil listrik melesat 95 persen pada kuartal I 2026, mencapai 33.150 unit, menandakan tren adopsi EV yang kuat di kawasan Asia Tenggara. Meskipun demikian, Jepang tetap menjadi pasar yang menantang karena konsumen menuntut kualitas, keamanan, dan dukungan infrastruktur yang memadai.

Analisis para pakar industri menunjukkan bahwa pencapaian BYD di Jepang dapat menjadi indikator bagi produsen lain yang berambisi menembus pasar premium di negara dengan regulasi ketat. Keberhasilan BYD tidak hanya terletak pada harga yang kompetitif, tetapi juga pada diversifikasi model yang mencakup kendaraan listrik murni serta hybrid, memungkinkan perusahaan menyesuaikan penawaran dengan preferensi lokal.

Ke depan, target penjualan BYD di Jepang diproyeksikan mencapai 10.000 unit per tahun. Pencapaian ini akan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menavigasi kebijakan subsidi yang berubah, memperluas jaringan pengisian cepat, serta menjaga kualitas produk yang sesuai dengan standar Jepang.

🔖 Baca juga:
Penjualan Mobil China Melesat 79% di Q1 2026, Dominasi Jepang Mulai Terguncang

Dengan data penjualan yang terus menunjukkan pertumbuhan ganda, BYD menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam revolusi kendaraan listrik di Asia, sekaligus menambah tekanan pada produsen domestik Jepang untuk mempercepat inovasi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *