OLAHRAGA

Kontroversi Paspor Pemain Timnas Indonesia: NAC Breda Bikin Geger Eredivisie

×

Kontroversi Paspor Pemain Timnas Indonesia: NAC Breda Bikin Geger Eredivisie

Share this article
Kontroversi Paspor Pemain Timnas Indonesia: NAC Breda Bikin Geger Eredivisie
Kontroversi Paspor Pemain Timnas Indonesia: NAC Breda Bikin Geger Eredivisie

GemaWarta – 19 April 2026 | Gegarnya dunia sepak bola Belanda kembali memuncak setelah NAC Breda mengajukan banding terkait kemenangan 0-6 melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Kontroversi berpusat pada status paspor dan izin kerja sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia, termasuk bek Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe‑A‑On, dan Tim Geypens. Setelah proses naturalisasi, pemain‑pemain tersebut tidak memiliki izin kerja yang sah di Belanda, sehingga menimbulkan pertanyaan legalitas penampilan mereka dalam pertandingan resmi.

Pada pertandingan tersebut, Dean James yang baru saja dinaturalisasi sebagai warga negara Indonesia, dinyatakan tidak memiliki dokumen kerja yang sesuai. KNKN (Komite Nasional Kewarganegaraan Nasional) menegaskan bahwa proses naturalisasi belum otomatis memberikan hak kerja di luar negeri, khususnya di Liga Belanda yang menerapkan regulasi ketat terkait pemain asing.

🔖 Baca juga:
Strategi Baru Timnas Indonesia: Simon Grayson Ungkap Rencana Tajam Menuju Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday

Setelah kekalahan telak, NAC Breda mengajukan permohonan kepada KNVB (Konfederasi Sepak Bola Belanda) untuk mengulang pertandingan. Pada awalnya, Jaksa Sepak Bola Profesional memberikan dukungan argumentatif kepada NAC, namun akhirnya menolak pemberian hukuman atau perubahan hasil karena dianggap tidak ada bukti pelanggaran yang cukup berat.

Keputusan KNVB pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa tidak ada pelanggaran yang dapat dijadikan dasar untuk mengubah hasil atau menjatuhkan sanksi. Namun, klub tetap menolak keputusan tersebut dan menuntut laga ulang. Keputusan ini memicu reaksi keras dari klub‑klub Eredivisie lainnya, yang melihat upaya NAC sebagai langkah yang dapat merusak integritas kompetisi.

Dalam sebuah pertemuan digital yang dihadiri perwakilan klub Eredivisie, Remco Oversier, Direktur NAC Breda, menjadi sasaran kritikan tajam. Klub‑klub seperti Ajax, Feyenoord, FC Twente, FC Volendam, dan Telstar menyatakan keberatan mereka terhadap banding NAC. Salah satu sumber internal menggambarkan suasana pertemuan sebagai “lapangan desa tempat Oversier dilempari tomat busuk”.

🔖 Baca juga:
Erick Thohir Puji John Herdman: Kunci Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

Berikut rangkuman reaksi utama klub Eredivisie:

  • Ajax: Menyatakan bahwa banding NAC dapat membuka preseden negatif bagi seluruh kompetisi.
  • Feyenoord: Menuntut kejelasan regulasi paspor dan izin kerja agar tidak menimbulkan konflik serupa.
  • FC Twente: Mengusulkan pembentukan komite khusus untuk meninjau kasus naturalisasi pemain asing.
  • FC Volendam: Menyatakan akan mendukung keputusan KNVB jika terbukti adil.
  • Telstar: Membuka opsi hukum lebih lanjut jika NAC terus memaksa laga ulang.

Sementara itu, pemain-pemain yang terlibat, terutama Dean James, mengalami penangguhan sementara dari aktivitas latihan dan pertandingan resmi. Dampak tersebut tidak hanya menurunkan performa tim masing‑masing, tetapi juga memengaruhi persiapan Timnas Indonesia menjelang kompetisi internasional mendatang.

KNVB menegaskan bahwa keputusan akhir akan menilai semua aspek hukum, termasuk status izin kerja, kewarganegaraan, dan regulasi liga. Sidang lanjutan dijadwalkan di Pengadilan Utrecht pada 28 April 2026, dengan kemungkinan keputusan yang dapat memengaruhi kebijakan naturalisasi pemain di seluruh Eropa.

🔖 Baca juga:
Ajax Siapkan Perombakan Besar Musim Depan: Bintang Timnas Indonesia dan Mantan Legenda Manchester United Masuk Radar

Kasus ini membuka perdebatan lebih luas tentang kebijakan naturalisasi dalam sepak bola internasional. Pemerintah Indonesia pun merespon dengan menyiapkan RUU Kewarganegaraan yang akan disahkan pada akhir tahun ini, bertujuan memberikan kepastian hukum bagi pemain yang ingin beralih kebangsaan demi menguatkan Timnas Indonesia.

Dalam perspektif analis sepak bola Belanda, situasi ini mencerminkan kompleksitas antara regulasi nasional, kebijakan klub, dan aspirasi pemain. Jika keputusan KNVB akhirnya menolak laga ulang, NAC Breda berisiko terjerumus ke zona degradasi, mengingat posisi mereka saat ini berada di peringkat ke‑empat Eerste Divisie.

Berita ini terus berkembang, dan pengamat sepak bola menantikan keputusan akhir yang dapat menjadi titik balik bagi kebijakan naturalisasi pemain di Eredivisie serta implikasinya bagi Timnas Indonesia di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *