GemaWarta – 18 Juni 2026 | Grup usaha konglomerat Tanah Air Prajogo Pangestu memperluas portofolio investasinya ke sektor kesehatan dengan membeli saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merupakan bagian dari grup Prajogo tersebut membeli 1,48% saham PRDA atau sebanyak 13,89 juta lembar saham.
PRDA sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan laboratorium dan klinik. Perusahaan ini akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk anak usahanya, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) pada 9 Juli 2026.
Sementara itu, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menyerahkan draf perjanjian divestasi saham sebesar 12% kepada pemerintah sebagai syarat untuk perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Pengalihan saham tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) terkait perpanjangan IUPK di Grasberg, Papua Tengah.
Dalam kesempatan terpisah, beberapa saham emiten keluar dari Papan Pemantauan Khusus Full Call Auction (FCA) dan langsung melesat pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Berdasarkan Pengumuman Bursa pada Rabu (17/6), Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status Pemantauan Khusus untuk PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) dan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP).
Rekomendasi saham hari ini untuk IHSG yang diprediksi melemah pada perdagangan saham, Kamis, (18/6/2026) adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
Kesimpulan, saham Prodia Widyahusada dikuasai oleh Prajogo, Freeport Indonesia ajukan draf divestasi saham, dan rekomendasi saham hari ini untuk IHSG yang diprediksi melemah.











