Bisnis

Starbucks Korea Tutup Sementara 2.000 Gerai Imbas Kontroversi Promosi Tragedi Gwangju

×

Starbucks Korea Tutup Sementara 2.000 Gerai Imbas Kontroversi Promosi Tragedi Gwangju

Share this article
Starbucks Korea Tutup Sementara 2.000 Gerai Imbas Kontroversi Promosi Tragedi Gwangju
Starbucks Korea Tutup Sementara 2.000 Gerai Imbas Kontroversi Promosi Tragedi Gwangju

GemaWarta – 19 Juni 2026 | Starbucks Korea memutuskan menutup sementara lebih dari 2.000 gerainya secara serentak pada 22 Juni 2026 sebagai bagian dari program pelatihan sejarah modern Korea dan peningkatan sensitivitas sosial bagi seluruh karyawan.

Langkah tersebut diambil setelah perusahaan menghadapi gelombang kritik akibat promosi pemasaran yang dinilai menyinggung tragedi berdarah Gwangju pada 1980.

🔖 Baca juga:
Andri Pratiwa Gantikan Ingrid Siburian, Shell Indonesia Fokus pada Bisnis Pelumas setelah Jual 200 SPBU

Penutupan sementara akan dilakukan mulai pukul 15.00 waktu setempat agar para pekerja dapat mengikuti sesi pembelajaran sejarah serta pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu sosial dan historis di Korea Selatan.

Berdasarkan estimasi perusahaan, keputusan tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya pendapatan sekitar 2,1 miliar won atau setara 1,4 juta dolar AS.

Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea menggelar promosi diskon untuk seri tumbler bertema “Tank” pada 18 Mei 2026.

Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan tragedi Gwangju, peristiwa yang menjadi simbol perjuangan demokrasi di Korea Selatan dan masih menyisakan luka mendalam bagi banyak warga.

Akibat promosi tersebut, gelombang protes muncul dari masyarakat dan berbagai kelompok sipil.

Sejumlah pelanggan dilaporkan memboikot gerai Starbucks, menghancurkan produk perusahaan, sementara beberapa instansi pemerintah menghentikan kerja sama dengan jaringan kedai kopi tersebut.

🔖 Baca juga:
Mintarsih Ungkap Dua Pengusaha Masuk Daftar Forbes: Purnomo Prawiro dan Samin Tan

Dalam pernyataannya, pihak Shinsegae Group yang mengoperasikan Starbucks Korea menyebut pelatihan ini bertujuan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam merespons kritik publik.

Selain karyawan, Ketua Shinsegae Group Chung Yong-jin bersama jajaran eksekutif juga dijadwalkan mengikuti pelatihan serupa pada 24 Juni mendatang.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terjadi dan memperkuat pemahaman perusahaan terhadap sensitivitas sejarah serta sosial yang ada di masyarakat,” demikian penjelasan perusahaan.

Materi pelatihan mencakup sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Korea Selatan serta pembahasan mengenai pentingnya mempertimbangkan aspek sosial dan historis dalam setiap keputusan pemasaran perusahaan.

Hanya sejumlah kecil gerai di kawasan bandara yang tetap beroperasi selama program pelatihan berlangsung.

Data pasar menunjukkan transaksi pembayaran di Starbucks Korea sempat merosot sekitar 26 persen pada pekan setelah kontroversi terjadi.

🔖 Baca juga:
PGEO Raih Pendanaan US$ 477,8 Juta di 3 Proyek

Meski mulai menunjukkan pemulihan dengan kenaikan sekitar 12,8 persen pada awal Juni, tingkat transaksi masih berada sekitar 25 persen di bawah posisi sebelum polemik mencuat.

Kontroversi semakin membesar karena slogan promosi “thwack on the desk” dianggap mengingatkan publik pada kasus kematian aktivis mahasiswa Park Jong-chul pada 1987 akibat penyiksaan saat interogasi.

Shinsegae mengakui slogan tersebut dipilih setelah tim pemasaran meminta rekomendasi dari sistem kecerdasan buatan (AI), sementara investigasi internal menemukan beberapa manajer yang menyetujui kampanye bahkan tidak membuka materi pemasaran secara lengkap sebelum promosi dijalankan.

“Insiden pemasaran yang tidak dapat diterima ini seharusnya tidak pernah terjadi dan kami sangat menyesalkannya,” ujar Starbucks dalam pernyataan resminya.

Kesimpulan, penutupan sementara gerai Starbucks Korea merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan kesadaran sejarah dan sensitivitas sosial di kalangan karyawannya, serta memperbaiki citra perusahaan yang terkena dampak kontroversi promosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *