Ekonomi

Nikkei dan Kospi Catat Rekor Tertinggi karena Perang AS-Iran Mereda

×

Nikkei dan Kospi Catat Rekor Tertinggi karena Perang AS-Iran Mereda

Share this article
Nikkei dan Kospi Catat Rekor Tertinggi karena Perang AS-Iran Mereda
Nikkei dan Kospi Catat Rekor Tertinggi karena Perang AS-Iran Mereda

GemaWarta – 20 Juni 2026 | Pasar saham Asia memulai minggu ini dengan optimis setelah adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan mencatatkan rekor tertinggi karena harga minyak yang turun dan saham semikonduktor yang meningkat.

Nikkei 225 Jepang naik 0,8% pada hari Jumat, menandai lima sesi rekor berturut-turut dan meningkat 8,5% dalam seminggu. Sementara itu, Kospi Korea Selatan melonjak 3,1% dalam satu sesi dan mencatatkan kenaikan 15,3% dalam seminggu.

🔖 Baca juga:
Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah: Dampaknya pada Perekonomian Indonesia

Penurunan harga minyak yang tajam dipicu oleh perjanjian damai antara AS dan Iran, yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak utama di dunia. Harga minyak Brent turun di bawah $80 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir.

Surutnya harga minyak sangat menguntungkan bagi perekonomian yang bergantung pada manufaktur seperti Jepang dan Korea Selatan, di mana biaya bahan bakar memengaruhi margin korporasi. Selain itu, saham semikonduktor seperti SK Hynix dan Samsung Electronics menjadi pendorong utama kenaikan Kospi.

🔖 Baca juga:
Kemenkeu Janjikan Bebas PPh 21 untuk Pekerja di Lima Sektor Padat Karya Selama 2026

Di Jepang, sentimen positif juga didorong oleh reformasi tata kelola perusahaan, yen yang melemah membuat ekspor lebih kompetitif, dan rotasi modal global ke pasar Asia. Namun, perhatian juga tertuju pada perkembangan lebih lanjut dari perang AS-Iran dan dampaknya terhadap stabilitas pasar global.

Ketegangan antara AS dan Iran masih menjadi fokus utama, terutama setelah penyelesaian perjanjian damai yang ditandatangani pada 18 Juni. Perjanjian ini membuka peluang bagi kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz tanpa biaya untuk 60 hari.

🔖 Baca juga:
BBRI Obral Gede! Harga Saham Turun ke Rp3.240, Saatnya Beli atau Tunggu?

Dolar AS mencapai tingkat tertinggi dalam 13 bulan terakhir terhadap keranjang mata uang utama, didorong oleh sinyal hawkish dari Ketua Fed Kevin Warsh. Ini menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan dan membuat yen Jepang melemah hingga ke level 161,3 terhadap dolar, dekat dengan ambang batas yang dapat memicu intervensi dari otoritas moneter Jepang.

Secara keseluruhan, pasar saham Asia memperlihatkan kinerja yang kuat pada minggu ini, didorong oleh harapan akan perdamaian di Timur Tengah dan dampak positifnya terhadap harga minyak dan perekonomian global. Namun, ketidakpastian masih ada, dan investor harus terus memantau perkembangan lebih lanjut dari situasi geopolitik dan moneter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *