GemaWarta – 21 Juni 2026 | PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu contoh nyata dari komitmen ini adalah kegiatan Digiland Run 2026 yang diadakan oleh Telkomsel, anak perusahaan Telkom. Kegiatan lari ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga memiliki misi untuk melestarikan lingkungan.
Dalam acara Digiland Run 2026, setiap 5 kilometer yang ditempuh oleh peserta dikonversikan menjadi penanaman 1 pohon. Ini merupakan bagian dari program "Dari Lari Jadi Aksi" yang bertujuan menghubungkan gaya hidup sehat dengan aksi pelestarian lingkungan. Telkomsel bekerja sama dengan GoZero% untuk melakukan penanaman pohon ini, yang juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Darat).
Penanaman pohon ini dimulai dengan penanaman 1.000 pohon mangrove di Taman Wisata Angke, Jakarta, yang dilakukan bersamaan dengan perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ulang tahun Telkom, Telkomsel, dan Kota Jakarta. Director Program Telkomsel Jaga Bumi, Rifki Syabani, menyatakan bahwa penanaman ini merupakan awal dari langkah panjang perusahaan untuk menebar pohon-pohon di berbagai wilayah Indonesia dengan tujuan menjaga ekosistem di lokasi tersebut.
Di sisi lain, Telkom juga terlibat dalam pengembangan dan penerapan teknologi untuk mendukung operasional perusahaan dan melayani masyarakat. Namun, dalam beberapa kasus, perusahaan juga menghadapi tantangan dan masalah, seperti upaya pencurian kabel Telkom yang dilaporkan terjadi di beberapa daerah. Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan penjagaan aset perusahaan untuk memastikan kelancaran layanan.
Telkom juga terlibat dalam proses pengembangan dan pengangkatan pejabat di perusahaan-perusahaan yang terkait. Salah satu contoh adalah pengangkatan Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), yang sebelumnya menjabat di Telkom Indonesia dan beberapa perusahaan BUMN lainnya. Pengalaman dan pengetahuan Budi di bidang manajemen dan teknologi diharapkan dapat membantu PELNI dalam menghadapi tantangan dan mengembangkan bisnisnya.
Lebih lanjut, dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek digitalisasi SPBU Pertamina, KPK melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak, termasuk anak usaha Telkom, PT Finnet Indonesia. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menggali informasi tentang keterlibatan perusahaan dalam pengadaan EDC dan ATG untuk proyek tersebut. Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan dan pengelolaan proyek-proyek besar.
Dalam kesimpulan, Telkom terus menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dan masyarakat melalui berbagai kegiatan dan program. Perusahaan juga terlibat dalam pengembangan teknologi dan pengangkatan pejabat untuk mendukung operasional dan pelayanan. Namun, perusahaan juga menghadapi tantangan dan masalah yang perlu diatasi untuk memastikan kelancaran layanan dan kepercayaan masyarakat.









