GemaWarta – 24 Juni 2026 | Frantzdy Pierrot, pemain tim nasional Haiti berusia 31 tahun, kini berjuang mewujudkan impian tampil di Piala Dunia 2026. Pierrot mengungkapkan masa kecilnya yang penuh keterbatasan dan kemiskinan ekstrem saat bermain sepak bola di jalanan Haiti.
Sepak bola kini menjadi simbol harapan serta sarana pemersatu masyarakat Haiti di tengah situasi konflik yang melanda negara. Pierrot menggambarkan bagaimana sepak bola menjadi satu-satunya pelarian dari kondisi hidup yang serba kekurangan.
“Kami bermain di jalan tanpa sepatu. Kami menggunakan jeruk sebagai bola karena kecil dan mudah ditendang. Terkadang ada pecahan kaca yang melukai kaki kami,” ujarnya.
Namun, bagian paling menyentuh dari ceritanya adalah kondisi keluarganya saat itu. “Ibu saya harus memilih antara makan untuk dirinya sendiri atau memberi kami makan,” kata Pierrot, menggambarkan beratnya kehidupan yang mereka hadapi.
Kini, Pierrot bermain untuk klub Çaykur Rizespor dan menjadi salah satu andalan Haiti di level internasional. Pierrot menyebut sepak bola sebagai jalan keluar dari masa kecil yang penuh perjuangan. Pierrot juga menyoroti peran tim nasional Haiti sebagai simbol harapan di tengah situasi sulit negara tersebut.
Di Piala Dunia 2026, Haiti bertemu dengan Morocco di Grup C. Pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang menarik, karena Morocco berusaha untuk mendapatkan posisi teratas, sedangkan Haiti bermain untuk kehormatan.
Frantzdy Pierrot dan rekan-rekannya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik di lapangan, meskipun mereka telah tereliminasi dari kompetisi. Mereka akan bermain dengan semangat dan dedikasi, karena mereka tahu bahwa sepak bola dapat menjadi alat untuk mempersatukan masyarakat dan memberikan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.
Kisah Frantzdy Pierrot dan tim nasional Haiti merupakan contoh nyata tentang bagaimana sepak bola dapat menjadi kekuatan positif dalam kehidupan orang-orang. Mereka menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat, seseorang dapat mencapai impian mereka dan membuat perbedaan dalam masyarakat.











