GemaWarta – 24 Juni 2026 | Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 telah menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa daerah. Dinas Perhubungan Kota Palu telah memberlakukan penutupan arus lalu lintas di Jembatan III Palu setiap malam mulai pukul 23.00 Wita hingga 06.00 Wita sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi risiko yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Hotel Santika Palu juga telah menggandeng PT Sucofindo untuk melakukan asesmen dan pemeriksaan struktur bangunan pascagempa. Sebanyak tiga inspektur dari Sucofindo Cabang Makassar melakukan pemeriksaan selama dua hari untuk memastikan bangunan tetap aman dan layak digunakan.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memulai pembangunan sebanyak 50 hunian sementara (Huntara) untuk korban bencana gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga meningkat dengan puluhan gempa vulkanik terekam dalam sehari. Namun, status gunung masih Level II atau Waspada.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa dalam sepekan terakhir, terjadi aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat sebanyak 23 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.
Gempa terbaru dengan kekuatan 3,4 magnitudo telah mengguncang Buton Utara pada Rabu, 24 Juni 2026. Pusat gempa bumi berada di laut sekitar 32 kilometer barat daya Buton Utara.
Kesimpulan: Gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah telah menyebabkan kerusakan signifikan dan upaya mitigasi sedang dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait. Pembangunan Huntara dan asesmen struktur bangunan merupakan langkah-langkah penting dalam pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi.











