Ekonomi

Anjloknya IHSG dan Dampaknya pada Perekonomian

×

Anjloknya IHSG dan Dampaknya pada Perekonomian

Share this article
Anjloknya IHSG dan Dampaknya pada Perekonomian
Anjloknya IHSG dan Dampaknya pada Perekonomian

GemaWarta – 29 Juni 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan pada pekan ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 4,55 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penurunan harga komoditas dan penurunan permintaan saham.

Saham-saham yang paling terkena dampak penurunan IHSG adalah saham-saham yang terkait dengan sektor energi dan pertambangan. Beberapa saham yang masuk dalam jajaran Top Losers pekan ini adalah Energi Mega (ENRG), Bumi Resources Mineral (BRMS), Fuji Finance (FUJI), Formosa (BOBA), dan VKTR Mobilitas (VKTR).

🔖 Baca juga:
Gaji Nahkoda Kapal Pesiar Mengguncang Industri: Dari Rp10 Juta hingga Rp3,2 Miliar Setahun

Selain itu, harga emas batangan PT Aneka Tambang juga mengalami penurunan sebesar Rp8.000 per gram, menjadi Rp2.660.000 per gram. Harga pembelian kembali emas Antam juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp23.000 per gram.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga menyatakan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan membeli gabah petani dan ikan tangkapan nelayan ketika harga di pasaran sedang anjlok. Hal ini dilakukan untuk membantu petani dan nelayan yang terkena dampak penurunan harga.

🔖 Baca juga:
Saham BBCA Ambruk, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham Bank Terbesar di Indonesia?

Dalam beberapa hari terakhir, perusahaan otomotif raksasa asal Jerman, Volkswagen, juga mengalami penurunan laba yang cukup signifikan, yaitu sebesar 44 persen. Hal ini menyebabkan perusahaan tersebut melakukan restrukturisasi besar-besaran, termasuk penutupan pabrik dan pengurangan pegawai.

Kesimpulan dari penurunan IHSG dan dampaknya pada perekonomian adalah bahwa penurunan ini dapat memiliki dampak yang cukup signifikan pada berbagai sektor, termasuk sektor energi, pertambangan, dan otomotif. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memulihkan perekonomian dan meningkatkan kepercayaan investor.

🔖 Baca juga:
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa Rp2.514 Triliun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *