GemaWarta – 29 Juni 2026 | Musisi senior Fariz RM baru-baru ini mengambil langkah hukum terhadap penyanyi Syahravi karena dugaan pelanggaran hak cipta atas lagu ‘Di Antara Kata‘. Langkah ini diambil setelah berbagai upaya peringatan yang diberikan tidak mendapat respons maupun penyelesaian. Fariz RM menjelaskan bahwa sebelum membuat laporan polisi, ia telah tiga kali melayangkan peringatan kepada pihak Syahravi.
Menurut Fariz RM, pokok persoalan dalam kasus ini adalah penggunaan lagu ‘Di Antara Kata’ yang diproduksi, dirilis sebagai singel di platform digital, dan diedarkan tanpa memperoleh izin darinya sebagai pencipta lagu. Ia menegaskan bahwa dugaan pelanggaran ini juga sempat menjadi perhatian setelah lagu tersebut dibawakan dalam ajang Java Jazz.
Meskipun telah menunggu selama beberapa bulan sejak peristiwa itu terjadi, Fariz RM mengaku tidak pernah menerima ajakan komunikasi ataupun mediasi dari pihak yang dilaporkan. Ia menilai bahwa kesempatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut tetap diberikan bahkan setelah laporan polisi dibuat, namun hingga satu tahun berlalu, tidak ada itikad baik yang ditunjukkan oleh pihak terlapor.
Lagu ‘Di Antara Kata’ merupakan karya Fariz RM yang dirilis pada 1981 dalam album Panggung Perak. Lagu tersebut menjadi salah satu karya yang masih dikenal luas oleh penikmat musik Indonesia hingga kini. Dalam konteks ini, Fariz RM ingin mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan karya intelektual milik orang lain, terutama di dunia musik.
Sementara itu, di bidang lain, band pendatang baru The Papa’s siap memperkenalkan single perdana mereka berjudul ‘Menghilang‘. Lagu ini menjadi langkah awal bagi band yang terbentuk dari empat sosok ayah dengan semangat sama untuk mengejar pencapaian dalam karier bermusik. The Papa’s beranggotakan Bradley sebagai keyboardis, Metz sebagai gitaris, Cahyonoyz sebagai drumer, dan Sky sebagai vokalis.
Perjalanan The Papa’s menuju formasi saat ini tidak berlangsung mudah. Mereka melalui sejumlah proses seleksi dan pencarian personel sebelum akhirnya menemukan komposisi yang dinilai paling tepat untuk berjalan bersama sebagai band. Kehadiran The Papa’s juga menjadi ruang bagi para personelnya untuk menyampaikan pengalaman, perasaan, dan cerita hidup melalui musik.
Single ‘Menghilang’ dipilih sebagai karya pembuka karena membawa cerita yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Lagu ini ditulis oleh Windu sebagai song writer yang menangkap kisah perpisahan mendadak dalam balutan lirik emosional. Melalui ‘Menghilang’, The Papa’s ingin memperkenalkan warna musik mereka kepada pendengar.
Dalam konteks yang lebih luas, kasus pelanggaran hak cipta yang dialami oleh Fariz RM dan kemunculan band baru seperti The Papa’s menunjukkan dinamika yang terus berubah dalam industri musik. Pentingnya etika dan penghormatan terhadap karya orang lain menjadi sorotan utama, sementara keinginan untuk berkarya dan berkontribusi pada dunia musik tetap menjadi semangat yang menghubungkan semua pemangku kepentingan.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa pentingnya etika dan penghormatan terhadap karya orang lain harus menjadi perhatian utama dalam dunia musik. Industri ini terus berkembang dengan kemunculan band-band baru dan karya-karya inovatif, namun tanpa kehilangan penghormatan terhadap hak cipta dan karya intelektual milik orang lain.











