Pendidikan

Upah Guru Honorer Masih Memprihatinkan, Pemerintah Berencana Memberikan Insentif Rp1 Juta

×

Upah Guru Honorer Masih Memprihatinkan, Pemerintah Berencana Memberikan Insentif Rp1 Juta

Share this article
Upah Guru Honorer Masih Memprihatinkan, Pemerintah Berencana Memberikan Insentif Rp1 Juta
Upah Guru Honorer Masih Memprihatinkan, Pemerintah Berencana Memberikan Insentif Rp1 Juta

GemaWarta – 30 Juni 2026 | Situasi upah guru honorer di Indonesia masih memprihatinkan. Banyak dari mereka yang hanya menerima gaji sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per bulan. Kondisi ini tentu sangat jauh dari standar hidup layak di Indonesia.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Moch Fatkhuronji, mengakui bahwa pendapatan guru honorer madrasah masih sangat rendah. Ia berharap agar rencana pemberian dana insentif sebesar Rp1 juta per bulan untuk guru-guru honorer di madrasah dapat terealisasi pada 2027.

🔖 Baca juga:
UGM Jadi Sorotan: Dari Mie Ayam Favorit Mahasiswa hingga Kontribusi Sosial

Di sisi lain, pemerintah juga telah meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) tahun 2026 dengan target rekrutmen mencapai 150 ribu orang. Program ini bertujuan memastikan lulusan perguruan tinggi tidak menganggur lama dan dapat langsung masuk dunia kerja dengan penghasilan. Lewat PMN 2026, sarjana baru akan ditempatkan selama 6 bulan di perusahaan-perusahaan rekanan dengan upah berkisar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut inisiatif ini lahir dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini juga lebih inklusif, tidak hanya lulusan S1, tetapi juga lulusan profesi dan penyandang disabilitas. Pada 2025, PMN diikuti 100 ribu peserta, dan pada 2026, kuota ditingkatkan menjadi 150 ribu orang.

🔖 Baca juga:
Kontroversi Lagu “Erika” Pecah di ITB: Evaluasi Budaya, Etika Digital, dan Upaya Cegah Kekerasan Seksual Kampus

Menurut Teddy, evaluasi batch pertama menunjukkan hasil positif. Dari 100 ribu peserta, 30 persen atau sekitar 30 ribu orang langsung diangkat menjadi karyawan tetap setelah magang selesai. Sementara 30 persen lainnya masih dalam proses rekrutmen dan dipanggil kerja dalam 2-3 bulan ke depan.

Kisah Bu Ijah, guru honorer yang mengabdi 40 tahun dengan gaji Rp414 ribu, juga menjadi perhatian. Ia memutuskan berhenti mengajar setelah menerima gaji terakhir yang sangat kecil. Kisah ini membuka diskusi luas tentang kesejahteraan guru honorer yang masih menghadapi upah rendah serta minim perlindungan kerja.

🔖 Baca juga:
Ashanty dan Keluarga Hermansyah Raih Gelar Akademik, Inspirasi Belajar Sepanjang Hayat

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah berupaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua guru honorer dapat memperoleh penghasilan yang layak dan perlindungan kerja yang memadai.

Kesimpulan, upah guru honorer di Indonesia masih memprihatinkan. Pemerintah harus terus berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka, baik melalui pemberian insentif maupun program magang nasional. Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan, dan guru-guru honorer dapat memperoleh penghasilan yang layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *