GemaWarta – 01 Juli 2026 | Timnas Belanda mengalami kekalahan yang tidak terduga dari Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Estadio Monterrey ini berakhir dengan skor 1-1 di waktu normal, sebelum Maroko memenangkan adu penalti dengan skor 3-2.
Kekalahan ini memicu kemarahan suporter Belanda, yang kemudian berujung pada kerusuhan di beberapa kota di Belanda. Di Schilderswijk, Den Haag, ratusan suporter Maroko berkumpul untuk merayakan kemenangan, tetapi situasi memanas pada dini hari, memaksa polisi mengerahkan water cannon dan melakukan beberapa penangkapan.
Politisi Belanda, Mona Keijzer, menyerukan tindakan tegas untuk menertibkan para perusuh. Ia menilai bahwa situasi kerusuhan ini bisa dicegah jika aparat penegak hukum dan politisi lebih tegas dalam menangani masalah ini.
Sementara itu, kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, membela strategi timnya yang lebih fokus pada pertahanan. Ia menyatakan bahwa timnya telah bertahan dengan baik, tetapi kurang beruntung dalam adu penalti.
Maroko akan melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi tuan rumah, Kanada, di babak 16 besar. Sementara itu, Belanda harus pulang dengan kekalahan yang tidak terduga.
Kekalahan Belanda juga memicu reaksi dari suporter timnas Indonesia, yang langsung menyerbu akun media sosial pemain Belanda, Justin Kluivert. Mereka mengaitkan kegagalan Kluivert dengan sang ayah, Patrick Kluivert, yang sebelumnya gagal membawa timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam kesimpulan, kekalahan Belanda dari Maroko di Piala Dunia 2026 telah memicu kerusuhan di beberapa kota di Belanda. Timnas Maroko akan melanjutkan perjalanan mereka di turnamen ini, sementara Belanda harus pulang dengan kekalahan yang tidak terduga.









