GemaWarta – 05 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi masyarakat Cape Verde. Negara kepulauan di Afrika itu tampil di ajang sepak bola terbesar dunia dan langsung berhasil menembus fase gugur. Kebanggaan itu juga dirasakan oleh masyarakat Cape Verde yang telah lama menetap di Amerika Serikat.
Mereka antusias memberikan dukungan langsung kepada Gervanne Kastaneer dan kawan-kawan selama menjalani petualangan bersejarah di Piala Dunia. Bagi mereka, keberhasilan Cape Verde tampil di Piala Dunia sudah menjadi kemenangan tersendiri. Kehadiran tim nasional di panggung dunia membuat semakin banyak orang mengenal negara mereka, sesuatu yang selama ini hanya bisa diimpikan.
Sementara itu, Spanyol mungkin memulai perjalanan mereka menuju Piala Dunia FIFA 2026 dengan lambat, setelah bermain imbang 0-0 melawan Cape Verde, namun juara dunia sepak bola 2010 dan juara Eropa saat ini telah kembali ke performa terbaiknya sejak saat itu. Setelah memuncaki grup mereka, La Roja memulai kampanye babak gugur dengan gemilang, menguasai permainan sepenuhnya saat menghadapi Austria di babak 32 besar.
Mikel Oyarzabal mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 tersebut, sehingga total golnya di turnamen ini menjadi empat. Spanyol tetap menjadi salah satu dari dua tim (yang lainnya adalah Meksiko) yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026. Selanjutnya, skuad bintang-bintang flamboyan asuhan Luis de la Fuente akan menghadapi laga babak 16 besar yang sangat dinanti melawan tetangga dan rival mereka dari Semenanjung Iberia, Portugal, di Dallas pada Senin (6 Juli).
Di sisi lain, Uruguay mengalami kegagalan di Piala Dunia 2026. Mereka hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup H Piala Dunia 2026. Berbekal dua poin saja, tim besutan Marcelo Bielsa dipastikan tersingkir alias gagal ke fase gugur. Federasi sepak bola Uruguay (AUF) membatalkan penerbangan dengan pesawat sewaan atau carter yang sedianya akan membawa para pemain kembali ke ibu kota Montevideo dari markas mereka di Meksiko.
Hal ini menunjukkan bahwa kekecewaan mendalam di balik tersingkirnya Uruguay dari Piala Dunia 2026 tampaknya tidak hanya terbatas pada apa yang terjadi di lapangan. Para pemain harus menggunakan penerbangan komersial untuk pulang atau pergi berlibur bersama keluarga mereka. Kegagalan melaju jauh di Piala Dunia Amerika Utara, membuat Darwin Nunez dan kawan-kawan harus pulang ke Uruguay dengan cara yang tidak mereka harapkan.
Kegagalan Uruguay di Piala Dunia 2026 juga berdampak pada pelatih mereka, Marcelo Bielsa. Ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Uruguay setelah kegagalan timnya di Piala Dunia. Bielsa menyatakan bahwa kegagalan Uruguay di Piala Dunia 2026 adalah tanggung jawabnya dan bahwa ia tidak dapat menjustifikasi posisi akhir yang mereka raih.
Dalam kesimpulan, Piala Dunia 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi masyarakat Cape Verde dan Spanyol, namun menjadi kekecewaan besar bagi Uruguay. Kegagalan Uruguay di Piala Dunia 2026 memiliki dampak yang signifikan, tidak hanya pada tim nasional tetapi juga pada pelatih dan para pemain. Mereka harus pulang ke Uruguay dengan cara yang tidak mereka harapkan dan pelatih mereka mengundurkan diri dari jabatannya.











