GemaWarta – 06 Juli 2026 | Timnas Inggris berhasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-1. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Atlanta ini membutuhkan perjuangan keras dari skuad racikan Thomas Tuchel. Mereka harus tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya bangkit di babak kedua.
Penampilan gemilang kiper RD Kongo, Lionel Mpasi, menjadi salah satu faktor yang membuat Inggris kesulitan sepanjang pertandingan. Mpasi tampil luar biasa dengan sederet penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Kongo tetap bertahan hingga turun minum. Ia sukses menggagalkan sedikitnya tiga peluang emas yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
RD Kongo langsung mengejutkan Inggris ketika Brian Cipenga mencetak gol pembuka pada menit ke-7. Gol cepat tersebut memaksa Inggris meningkatkan tempo permainan dan terus menggempur pertahanan lawan. Namun, setiap peluang yang diciptakan Harry Kane, Jude Bellingham, hingga Marcus Rashford berulang kali dimentahkan oleh Lionel Mpasi.
Kiper Le Havre itu tampil luar biasa dengan refleksnya yang cepat dan ketenangannya yang luar biasa, membuat raksasa Eropa tersebut harus memeras keringat ekstrakeras untuk bisa mencetak gol. Karier internasional Lionel Mpasi memiliki cerita yang menarik, ia lahir di Meaux, Prancis, pada 1 Agustus 1994. Meski lahir, tumbuh besar, dan mengecap pendidikan sepak bola di Prancis, Mpasi mengambil keputusan besar untuk membela tanah leluhurnya, Republik Demokratik Kongo, di panggung internasional.
Keputusan beralih kewarganegaraan sepak bola ini terbukti menjadi lompatan besar dalam kariernya. Bersama tim berjuluk The Leopards, Mpasi berkembang pesat dan berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penjaga gawang paling konsisten dan disegani di kawasan Afrika. Ia membangun reputasi dan kariernya secara perlahan namun pasti bersama klub kasta kedua Prancis, Rodez AF.
Di level klub, Mpasi terkenal luas sebagai penjaga gawang yang memiliki kemampuan impresif dalam membaca arah bola. Keunggulan utama Mpasi terletak pada refleks tinggi serta kepiawaiannya dalam memblokir tembakan-tembakan jarak dekat yang tak terduga. Konsistensi performanya di kompetisi domestik inilah yang membuatnya mendapat kepercayaan penuh tim pelatih untuk menjadi palang pintu terakhir tim nasional.
Saat menghadapi Inggris di Atlanta Stadium, Mpasi memamerkan kelasnya sebagai salah satu kiper dengan performa terbaik di fase gugur Piala Dunia 2026. Sejak menit awal, ia langsung dipaksa bekerja keras oleh lini serang Inggris yang agresif. Kapten Inggris, Harry Kane, beberapa kali harus gigit jari setelah eksekusi akuratnya berhasil Mpasi tepis secara heroik.
Setelah pertandingan, DR Congo defender Axel Tuanzebe mengaku bahwa mereka seharusnya bisa memenangkan pertandingan. Ia menyatakan bahwa The Leopards memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan tetapi tidak bisa memanfaatkannya. Tuanzebe juga memuji penampilan Mpasi yang luar biasa dan menyatakan bahwa kiper tersebut telah melakukan yang terbaik untuk membantu timnya.
Inggris akan melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Mexico di babak 16 besar. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Estadio Azteca, yang merupakan stadion yang tidak pernah kalah dalam pertandingan Piala Dunia. Ini akan menjadi tantangan yang sangat berat bagi Inggris, tetapi mereka harus siap untuk menghadapi lawan yang tangguh.
Dalam kesimpulan, pertandingan antara Inggris dan RD Kongo telah menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang sangat menarik dan penuh kejutan. Penampilan Lionel Mpasi telah membuktikan bahwa ia adalah salah satu kiper terbaik di dunia, dan timnas RD Kongo telah menunjukkan bahwa mereka tidak bisa dianggap remeh. Inggris harus terus meningkatkan performa mereka jika ingin maju ke tahap selanjutnya.











