GemaWarta – 07 Juli 2026 | Polemik dugaan suap mahasiswa UBK telah menjadi sorotan nasional, terutama setelah cucu presiden pertama Republik Indonesia, Mahardika Soekarno, menyampaikan keprihatinan atas beredarnya informasi mengenai dugaan keterlibatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) dalam kasus penerimaan suap terkait aksi mahasiswa.
Sebagai putra dari almarhumah Rachmawati Soekarnoputri yang notabene merupakan pendiri dari UBK, Didi menegaskan bahwa apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum, maka hal itu dapat mencederai marwah gerakan mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai kekuatan moral dan agen perubahan.
Sementara itu, di ajang internasional, mahasiswa FISIP UMSU, Muhammad Nafis, berhasil meraih gold award pada ajang International Next-Generation Inovation and Technology Exposition (I-NEXTECH) 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA Malaysia Cawangan Melaka (UiTM) dan Kementerian Pendidikan Malaysia Negeri Malaka.
Karya tulis dan presentasi bertajuk “SYNC-LINK: Spectral-Verification Protocol to Neutralize Al Voice-Based Cybercrime” berhasil membawa Nafis mengungguli peserta dari Jepang, Thailand, dan Malaysia.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd memberikan ucapan selamat dan apresiasi atas raihan ini. Ia mengaku bangga atas prestasi diraih tersebut, mengharumkan nama UMSU di ajang internasional tersebut.
Dalam kesimpulan, polemik dugaan suap mahasiswa UBK dan prestasi mahasiswa FISIP UMSU di ajang internasional merupakan dua fenomena yang berbeda namun sama-sama menarik perhatian nasional. Polemik dugaan suap mahasiswa UBK harus diatasi dengan proses hukum yang adil dan transparan, sedangkan prestasi mahasiswa FISIP UMSU di ajang internasional harus diapresiasi dan dijadikan motivasi bagi mahasiswa lainnya.









