BERITA

Garuda Indonesia Perbarui Aturan Bagasi, Penumpang Perlu Menyesuaikan Cara Packing

×

Garuda Indonesia Perbarui Aturan Bagasi, Penumpang Perlu Menyesuaikan Cara Packing

Share this article
Garuda Indonesia Perbarui Aturan Bagasi, Penumpang Perlu Menyesuaikan Cara Packing
Garuda Indonesia Perbarui Aturan Bagasi, Penumpang Perlu Menyesuaikan Cara Packing

GemaWarta – 14 Juli 2026 | Garuda Indonesia akan menerapkan sistem bagasi baru berbasis piece concept mulai 1 September 2026 untuk semua tiket yang dibeli setelah tanggal tersebut. Dalam aturan baru, penumpang ekonomi mendapat jatah satu koper maksimal 23 kg, sedangkan bisnis dan first class masing-masing satu koper maksimal 32 kg.

Sistem piece concept menghitung bagasi berdasarkan jumlah koper, bukan total berat, sehingga penumpang perlu menyesuaikan cara packing agar terhindar dari biaya tambahan. Sebelumnya, Garuda Indonesia menggunakan sistem weight concept, yaitu menghitung bagasi berdasarkan total berat yang diperbolehkan.

🔖 Baca juga:
Presiden Prabowo Minta Pindad Buat Mobil Khusus untuk Menyapa Warga, Sementara Garuda Indonesia dan TNI Juga Berita Utama Hari Ini

Perubahan aturan ini berlaku untuk seluruh tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026, sedangkan penumpang yang telah membeli atau memiliki tiket yang diterbitkan sebelum 1 September 2026 tetap mengikuti ketentuan bagasi yang tercantum pada tiket.

Garuda Indonesia juga menyediakan layanan additional piece yang memungkinkan penumpang membeli jatah koper tambahan sebelum keberangkatan, serta layanan excess baggage untuk koper yang melebihi batas berat yang diperbolehkan.

🔖 Baca juga:
Kemnaker Perluas Peluang Penempatan Magang Teknis ke Miyazaki Jepang

Di samping itu, Garuda Indonesia telah menyelesaikan seluruh rangkaian operasional penerbangan haji 1447 H/2026 yang melayani sebanyak 102.705 jemaah dari 10 embarkasi di seluruh Indonesia dengan on time performance (OTP) kumulatif mencapai 94,3 persen.

Garuda Indonesia juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian. MoU ini juga mencakup kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan pertukaran mahasiswa.

🔖 Baca juga:
Colo-Colo dan JETOUR: Kisah Kerja Sama yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

Dalam beberapa tahun terakhir, Garuda Indonesia telah melakukan beberapa perubahan strategis untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi perusahaan. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan kode panggilan atau call sign pada badan pesawat Garuda Indonesia dari PK atau Indonesia menjadi VQ atau Bermuda.

Kesimpulan, Garuda Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi perusahaan dengan melakukan perubahan strategis dan kerja sama dengan berbagai pihak. Perubahan aturan bagasi dan peningkatan layanan merupakan beberapa contoh upaya yang dilakukan oleh Garuda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan penumpang dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *