GemaWarta – 24 April 2026 | Jakarta, 23 April 2026 – Film horor komedi karya sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, mencetak prestasi ganda yang belum pernah diraih sebelumnya oleh sinema Indonesia. Dalam kurun waktu enam hari sejak penayangan perdana pada 16 April, film tersebut berhasil menembus satu juta penonton di dalam negeri, sekaligus dijual ke 86 negara untuk penayangan di bioskop luar negeri.
Keberhasilan menembus satu juta penonton dalam waktu singkat menegaskan antusiasme publik terhadap karya yang mengusung tema keadilan dan sistem penjara fiktif Labuhan Angsana. Angka resmi yang dilaporkan mencapai 1.055.497 penonton melalui 17.697 showtime, menjadikan Ghost in the Cell film Indonesia kesembilan tahun 2026 yang mencapai tonggak tersebut.
Joko Anwar, yang sekaligus menulis dan menyutradarai film ini, mengungkapkan tujuan sederhana di balik produksi: “Agar warga negara Indonesia dapat merasa menang setidaknya selama 1 jam 46 menit”. Ia menambahkan bahwa sambutan hangat penonton tak pernah ia duga, dan berharap tema keadilan yang diangkat dapat menginspirasi perubahan nyata.
Prestasi internasional tidak kalah mengesankan. Film ini resmi menjadi bagian dari program resmi Berlinale 2026, festival film kelas dunia yang menjadi ajang bergengsi bagi sineas. Keberadaannya di panggung internasional membuka peluang distribusi luas, terbukti dengan penjualan hak tayang ke 86 negara, mencakup wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan, Eropa, serta Amerika Utara. Beberapa negara yang akan menayangkan film ini antara lain Singapura, Malaysia, Brunei, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Portugal, dan Swiss.
Distributor global Plaion Pictures, yang sebelumnya menangani film-film pemenang Oscar seperti Parasite dan Anatomy of a Fall, menyatakan bahwa Ghost in the Cell “bekerja dengan brilian” dan menonjolkan craftsmanship tinggi di setiap departemen produksi. Tema universal tentang keadilan dan kegagalan sistem pemerintahan menjadi nilai jual utama yang resonan di pasar internasional.
Keberhasilan ini juga menambah catatan prestasi Joko Anwar dalam sejarah perfilman nasional. Dengan Ghost in the Cell, Anwar menjadi sutradara Indonesia pertama yang berhasil menyajikan tujuh film berturut-turut masing-masing menembus satu juta penonton. Daftar film tersebut meliputi:
- Pengabdi Setan
- Gundala
- Siksa Kubur
- Danur: The Last Chapter
- Suzzanna Santet: Dosa Di Atas Dosa
- Na Willa
- Ghost in the Cell
Selain pencapaian box office dan distribusi, Anwar juga meluncurkan inisiatif merchandise “Ghost in the Cell” khusus untuk UMKM tanpa royalti. Langkah ini bertujuan memperluas ekosistem ekonomi kreatif, memberi peluang bagi pelaku usaha kecil menengah untuk memasarkan produk terkait film secara bebas.
Respons media sosial juga sangat positif. Joko Anwar membagikan video penjelasan di Instagram mengenai faktor-faktor yang membuat film ini menarik bagi distributor luar negeri. Ia menekankan pentingnya kualitas produksi yang tidak dapat dibeli dengan uang semata, melainkan melalui keahlian dan dedikasi tim.
Secara keseluruhan, Ghost in the Cell tidak hanya berhasil sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bukti bahwa film Indonesia mampu bersaing di kancah global. Pencapaian satu juta penonton dalam enam hari serta penjualan ke 86 negara membuka peluang lebih luas bagi karya sinema lokal untuk menembus pasar internasional, sekaligus menginspirasi generasi sineas berikutnya.
Dengan pencapaian ini, industri perfilman Indonesia semakin yakin bahwa kualitas cerita, produksi, dan strategi distribusi yang tepat dapat menghasilkan dampak signifikan baik di pasar domestik maupun global.









