GemaWarta – 24 April 2026 | Pertandingan klasik Persib vs Arema yang dijadwalkan pada Jumat, 24 April 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menarik perhatian ribuan bobotoh. Kedua tim bersaing di pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026, sementara keamanan menjadi sorotan utama. Polrestabes Bandung menyiapkan sekitar 3.000 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait untuk menjaga ketertiban di dalam dan sekitar stadion.
Plt. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Adi Wijaya, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi (rakor) pengamanan telah dilaksanakan bersama panitia pelaksana. “Kami mempersiapkan personel untuk mengamankan lebih kurang 3.000 orang, termasuk dari Polda, TNI, serta instansi lain,” ujarnya pada Rabu (22/4/2026). Ia menegaskan pentingnya perilaku tertib dari para penonton, terutama bobotoh Persib yang diprediksi akan memenuhi tribun.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, juga mengeluarkan imbauan tegas kepada suporter Arema (Aremania) agar tidak hadir secara langsung di GBLA. Menurut Farhan, larangan tersebut selaras dengan Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026 yang melarang kehadiran suporter tamu untuk menghindari potensi konflik. “Dukungan tetap bisa diberikan lewat televisi, namun kami mohon untuk menghormati aturan demi keamanan bersama,” kata Farhan dalam konferensi pers di Balai Kota.
Manajemen Persib Bandung menegaskan kembali larangan tersebut. Head of Communications Persib, Adhi Pratama, menyatakan bahwa klub akan menanggung konsekuensi bila regulasi dilanggar. “Kami mengimbau Aremania untuk tidak datang ke GBLA sesuai dengan regulasi kompetisi,” tegasnya.
Untuk menambah rasa kebersamaan, panitia juga menyelenggarakan acara nonton bareng (nobar) di dua lokasi: CGV Paris Van Java (PvJ) Mall dan Grha Persib. Nobar di CGV PvJ menawarkan pengalaman sinematik dengan tiket seharga Rp85.000, sementara Grha Persib memberikan kesempatan bagi pemilik Passport Persib memperoleh stamp dan poin tambahan. Kedua acara ini diharapkan dapat menyalurkan semangat dukungan bobotoh tanpa harus berada di stadion.
Berikut rangkaian langkah pengamanan yang direncanakan:
- Penempatan 3.000 personel keamanan di titik strategis stadion, pintu masuk, dan area publik sekitar GBLA.
- Pengawasan intensif oleh unit khusus kepolisian dan TNI, termasuk patroli keliling.
- Koordinasi lintas instansi antara Polrestabes, Polda, dan otoritas kota untuk memastikan respons cepat bila terjadi gangguan.
- Penerapan kontrol ketat pada barang bawaan penonton, dengan penggunaan detektor logam di semua pintu masuk.
- Penggunaan CCTV beresolusi tinggi untuk memantau kerumunan secara real time.
Polisi juga mengimbau penonton untuk menonton dengan nyaman, tertib, dan tanpa melakukan tindakan yang dapat merugikan. “Kami berharap dengan permainan baik, penonton juga mendukung dengan baik sehingga Persib dapat meraih kemenangan,” tambah Adi Wijaya.
Pengamanan yang ketat ini tidak hanya terbatas pada wilayah pusat kota. Wali Kota Farhan menegaskan bahwa pintu masuk wilayah Bandung Raya juga diperketat, dengan kerjasama seluruh aparat keamanan daerah. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi kerusuhan di luar stadion serta menjaga citra sepak bola Indonesia di mata dunia.
Dengan semua persiapan tersebut, harapan besar tertuju pada penampilan skuad Maung Bandung. Persib sedang berjuang mempertahankan posisi puncak klasemen, sementara Arema berambisi mengganggu dominasi tuan rumah. Jika kedua tim dapat menampilkan permainan terbaik, pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu sorotan utama Super League 2025/2026.
Secara keseluruhan, kombinasi antara antusiasme ribuan bobotoh, kebijakan larangan suporter tamu, serta pengamanan raksasa menciptakan atmosfer yang unik. Masyarakat Bandung diharapkan dapat menyaksikan laga Persib vs Arema dengan damai, baik di stadion maupun melalui siaran televisi, serta tetap menjaga semangat sportivitas yang menjadi inti dari kompetisi sepak bola.











