GemaWarta – 12 Agustus 2026 | Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan bahwa reshuffle kabinet besar-besaran yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 adalah hal yang sudah pasti terjadi. Menurut Rocky, Presiden perlu mengembalikan kepercayaan publik dan waktunya sudah semakin sempit. Ia menilai bahwa Prabowo akan mengganti jajaran kabinet yang dianggap sebagai "musuh publik".
Rocky juga menegaskan bahwa orang-orang terdekat presiden pun sudah mulai diganti. Ia memperkirakan pergantian akan dilakukan bertahap dan tidak mungkin dilakukan sekaligus karena akan mengganggu jalannya pemerintahan. Ia memperkirakan bahwa pergantian akan dilakukan minggu depan dengan dua orang, kemudian minggu depan lagi dengan empat orang, hingga akhirnya Oktober.
Sementara itu, Rocky juga menilai bahwa hanya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang bisa menyelamatkan Presiden ke-7 Joko Widodo setelah tak lagi berkuasa. Menurut Rocky, Gibran harus menjadi presiden agar kasus-kasus yang menjerat ayahnya, termasuk isu dugaan ijazah palsu, dapat terkendali.
Jokowi masih memiliki banyak kasus yang tidak mungkin berhenti dipersoalkan. Satu-satunya yang bisa membuat dia aman adalah jika Gibran jadi presiden. Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen Lukas Luwarso menilai Jokowi masih menaruh harapan terhadap Gibran untuk Pilpres 2029.
Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan bahwa Gibran berada di posisi keempat dengan suara 7,7%, di bawah Anies Baswedan yang meraih 8,2%. Perbedaan elektabilitas antara Gibran dan Anies tidak terlalu besar, hanya sekitar 0,5%. Jokowi masih berharap bisa mendorong elektabilitas Gibran melalui safari politiknya keliling Indonesia.
Kesimpulan dari pernyataan Rocky Gerung adalah bahwa reshuffle kabinet Prabowo sudah pasti terjadi dan Gibran Rakabuming Raka harus menjadi presiden untuk menyelamatkan Jokowi dari kasus-kasus yang menjeratnya. Jokowi masih memiliki harapan terhadap Gibran untuk Pilpres 2029, tetapi perlu meningkatkan elektabilitasnya melalui safari politik keliling Indonesia.









