HUKUM

Jokowi dan Kontroversi Ijazah: Dari Undangan Adat Dayak hingga Buku Putih yang Guncang Publik

×

Jokowi dan Kontroversi Ijazah: Dari Undangan Adat Dayak hingga Buku Putih yang Guncang Publik

Share this article
Jokowi dan Kontroversi Ijazah: Dari Undangan Adat Dayak hingga Buku Putih yang Guncang Publik
Jokowi dan Kontroversi Ijazah: Dari Undangan Adat Dayak hingga Buku Putih yang Guncang Publik

GemaWarta – 12 Agustus 2026 | Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menerima undangan dari Panglima Jilah, pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR), untuk menghadiri acara adat besar bertajuk Bahau Bide Bahana Bangkule Rajakng pada 22 Agustus mendatang di Kalimantan. Acara ini diharapkan dihadiri oleh puluhan ribu peserta.

Sementara itu, Dokter Tifa, yang pernah terlibat dalam kasus tudingan ijazah Jokowi, baru-baru ini meluncurkan buku berjudul Jokowi’s White Paper, yang berisi kumpulan kajian mengenai polemik ijazah Jokowi. Buku ini disebut-sebut sebagai karya dengan kualitas kelas dunia oleh ilmuwan IT Dr. Ridho Rahmadi.

🔖 Baca juga:
Fairuz A Rafiq Ungkap Batasan Keluarga Suami di Tengah Hoaks Perceraian yang Mengguncang Karier

Di lain pihak, Jakarta, ibukota Indonesia, sedang menghadapi masalah serius akibat penurunan permukaan tanah dan banjir. Penduduk Jakarta berjuang untuk mengatasi masalah ini dengan membangun tanggul dan meningkatkan kawasan yang rendah.

Roy Suryo, yang pernah terlibat dalam kasus fitnah dan penyebaran isu ijazah Jokowi, baru-baru ini mengajukan praperadilan jilid III terkait gugatan ganti rugi atas proses penangkapan, penahanan, dan penggeledahan. Namun, permohonan ini tidak dapat diterima karena Roy Suryo tidak menyertakan Menteri Keuangan sebagai pihak turut tergugat.

🔖 Baca juga:
Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia: Hujan, Angin Kencang, dan Karhutla

Universitas Gadjah Mada (UGM) juga memberikan penjelasan mengenai perbedaan nama dosen yang muncul dalam riwayat akademik Jokowi. UGM menjelaskan bahwa perbedaan nama tersebut bukan menunjukkan adanya perubahan data, melainkan karena memang terdapat pembagian tugas antara dosen pembimbing akademik dan dosen pembimbing skripsi.

Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Jokowi dan kontroversi ijazah masih menjadi topik hangat yang diperbincangkan oleh masyarakat. Dari undangan adat Dayak hingga buku putih yang guncang publik, semua ini menunjukkan bahwa Jokowi masih menjadi figur yang sangat penting dan kontroversial di Indonesia.

🔖 Baca juga:
Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, NTT Jadi Prioritas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *