GemaWarta – 26 April 2026 | Manchester United kini harus menghadapi realitas pahit bahwa bek tengah andalan mereka, Matthijs de Ligt, masih berada dalam fase rehabilitasi intensif karena cedera belakang kronis. Pemain berusia 26 tahun ini belum tampil sejak akhir November 2025, dan meskipun terlihat kembali berlatih secara individual di lapangan Carrington, kepastian kepulangannya ke kompetisi masih belum dapat dipastikan.
Tim medis klub mengonfirmasi bahwa de Ligt sedang menjalani program pemulihan yang diawasi ketat oleh staf medis, termasuk latihan ringan di atas rumput dan sesi fisioterapi khusus. Pernyataan resmi klub menekankan bahwa pemain tersebut bekerja keras untuk kembali ke kebugaran penuh, namun tidak ada jadwal pasti yang diumumkan. Kepala pelatih sementara, Michael Carrick, menyebut situasi ini “sulit diprediksi” karena sifat cedera punggung yang dapat berubah-ubah dari hari ke hari.
Selama absennya, United telah menurunkan performa defensif yang tidak konsisten. De Ligt sebelumnya mencatat 56 penampilan di semua kompetisi untuk klub dan menjadi salah satu pilar pertahanan bersama Lisandro Martínez. Kedua pemain kini dikenal sebagai pusat risiko cedera; Martínez sendiri telah melewatkan lebih dari 90 pertandingan dalam beberapa musim terakhir karena berbagai masalah otot dan ligamen. Kombinasi ketidakpastian pada kedua bek tengah ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas lini belakang United menjelang akhir musim 2025/26.
Berikut adalah gambaran singkat mengenai jadwal pertandingan Manchester United di lima laga terakhir Premier League yang akan datang:
- Brentford (kandang)
- Liverpool (tandang)
- Sunderland (kandang)
- Nottingham Forest (tandang)
- Brighton & Hove Albion (kandang)
Jika de Ligt tidak dapat kembali sebelum seri-seri tersebut, United dipaksa mengandalkan kombinasi pemain muda seperti Ayden Heaven dan Leny Yoro, serta veteran Harry Maguire yang kini berusia 33 tahun. Maguire, meskipun masih menjadi bagian penting dari skuad, tidak dapat diharapkan untuk menempuh beban penuh setiap pertandingan.
Analisis taktik menunjukkan bahwa ketergantungan United pada dua bek tengah yang rawan cedera dapat menghambat ambisi klub untuk bersaing di papan atas klasemen. Beberapa pengamat menilai bahwa tanpa akuisisi bek tengah baru pada jendela transfer musim panas, United akan kesulitan mempertahankan posisi di zona Champions League, apalagi dengan persaingan ketat dari klub-klub lain yang lebih stabil secara defensif.
Di sisi lain, pemulihan de Ligt tetap menjadi harapan utama bagi manajemen. Jika ia berhasil kembali dalam kondisi optimal, kehadirannya dapat memberikan keseimbangan antara kekuatan fisik, kemampuan mengatur lini belakang, dan kontribusi ofensif pada set-piece. De Ligt memang dikenal sebagai pemain yang memiliki keberanian dalam duel udara serta kemampuan membaca permainan lawan, kualitas yang sangat dibutuhkan United menjelang fase krusial akhir musim.
Namun, realita medis menuntut kesabaran. Carrick menegaskan bahwa klub tidak akan memaksakan de Ligt kembali sebelum tubuhnya siap, mengingat risiko komplikasi jangka panjang yang dapat memengaruhi karier pemain sekaligus performa tim. Dengan demikian, keputusan akhir akan bergantung pada evaluasi medis yang terus diperbaharui setiap minggu.
Secara keseluruhan, situasi cedera Matthijs de Ligt mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Manchester United di sektor defensif. Sementara klub berupaya menstabilkan pertahanan melalui rotasi pemain dan mengoptimalkan potensi pemain muda, ketidakpastian tentang kembalinya de Ligt tetap menjadi faktor penentu dalam strategi jangka pendek dan perencanaan transfer musim panas.











