GemaWarta – 26 April 2026 | Stadion Wembley menjadi saksi dramatis pada Sabtu 25 April 2026 ketika Manchester City menundukkan Southampton dengan skor 2-1 dalam semifinal Piala FA 2025/2026. Setelah sempat tertinggal pada menit ke-79 melalui gol Finn Azaz, The Citizens melakukan comeback spektakuler berkat kontribusi Jeremy Doku dan gol roket Nico González pada menit-menit akhir. Kemenangan ini menandai perjalanan keempat beruntun Manchester City ke partai final kompetisi domestik tertua di Inggris.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Manchester City menguasai bola sejak menit pertama, namun pertahanan rapat Southampton berhasil menahan serangan-serangan awal. Peluang pertama muncul pada menit kelima ketika Omar Marmoush menembak, namun berhasil dihalau oleh kiper Daniel Peretz. Di menit ke-12, Leo Scienza mencetak gol yang kemudian dianulir karena offside, menambah ketegangan di babak pertama yang berakhir tanpa gol.
Penguasaan bola Southampton pada babak pertama mencapai 59 persen, menimbulkan kebingungan bagi City yang biasanya mendominasi. Namun, tekad Pep Guardiola untuk menekan lawan tidak surut. Pada menit ke-58, Guardiola melakukan pergantian strategis dengan menurunkan Jeremy Doku dan Savinho menggantikan Mateo Kovacic, sekaligus menambah Phil Foden ke dalam formasi. Pergantian ini memberikan energi baru pada lini serang Manchester City.
Babak kedua dimulai dengan tekanan yang semakin intens. Southampton membuka keunggulan pada menit ke-79 lewat gol Finn Azaz yang melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang, mengubah skor menjadi 1-0. Gol tersebut menimbulkan keheranan di antara pendukung Manchester City yang berharap timnya dapat melaju lebih cepat.
Empat menit kemudian, Jeremy Doku menebus kekalahan. Menggunakan kecepatan di sisi kanan sayap, Doku menerima umpan, mengelak bek, dan menembakkan bola yang sempat mengenai pemain bertahan sebelum meluncur masuk ke gawang. Skor menjadi imbang 1-1, dan momentum mulai bergeser kembali ke Manchester City.
- Menit 87: Nico González mengeksekusi tembakan jarak jauh yang keras, meluncur ke sudut atas gawang, menjebol pertahanan Southampton dan mengukir gol kemenangan.
- Statistik kunci: Penguasaan bola Manchester City 41%, tembakan ke gawang 8 kali, tembakan ke gawang lawan 5 kali.
- Pemain penting: Jeremy Doku (1 gol), Nico González (1 gol), Finn Azaz (1 gol), Omar Marmoush (5 tembakan), Tijjani Reijnders (2 assist).
Gol penentu dari Nico González, yang dijuluki “gol roket” karena kecepatan dan kekuatannya, memastikan Manchester City melaju ke final dengan skor akhir 2-1. Kemenangan ini menegaskan dominasi taktik Guardiola serta kemampuan mental tim untuk bangkit dari ketertinggalan di menit-menit krusial.
Dengan hasil ini, Manchester City kini menunggu pemenang semifinal lain antara Chelsea dan Leeds United yang dijadwalkan pada 26 April 2026. Jika City berhasil mempertahankan performa mereka, mereka akan menambah koleksi trofi FA Cup, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu klub paling sukses di era modern.
Para pendukung Manchester City yang hadir di Wembley merayakan kemenangan dengan sorak sorai, menyadari bahwa tim mereka tidak hanya mengandalkan dominasi bola, namun juga ketangguhan mental dan kreativitas dalam menyerang. Pep Guardiola menyatakan kepuasannya atas perjuangan tim, menekankan pentingnya kebersamaan dan kesiapan mental dalam menghadapi laga-laga besar.
Sejarah mencatat bahwa ini adalah kali keempat berturut-turut Manchester City mencapai final FA Cup, sebuah prestasi yang belum banyak diraih oleh klub lain dalam dekade terakhir. Keberhasilan ini menambah kepercayaan diri skuad menjelang kompetisi domestik lainnya, termasuk Liga Premier dan Liga Champions.
Dengan final yang akan digelar di Wembley kembali, para penggemar dapat menantikan pertarungan sengit antara Manchester City dan tim lawan yang akan menantang mereka untuk menambah koleksi trofi. Apakah The Citizens dapat menyelesaikan misi mereka dan mengangkat trofi FA Cup kembali? Semua mata kini tertuju pada Wembley pada akhir pekan mendatang.











