GemaWarta – 16 Agustus 2026 | Piala AFF 2026 kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pengaturan skor yang melibatkan Timnas Laos. Federasi Sepak Bola Laos (LFF) telah meminta kepolisian setempat melakukan penyelidikan terkait dugaan pengaturan skor, suap, dan perjudian ilegal yang diduga melibatkan sejumlah anggota Timnas Laos selama Hyundai ASEAN Cup 2026.
Kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. LFF juga belum menyatakan adanya pemain tertentu yang terbukti melakukan tindak pidana. Identitas pemain yang disebut masuk dalam radar pemeriksaan pun belum diumumkan.
Laos mengakhiri kiprahnya di Grup B dengan catatan buruk. Mereka menelan empat kekalahan beruntun. Laos dihajar Thailand 0-5 pada 25 Juli, kemudian takluk 0-4 dari Malaysia pada 28 Juli. Kekalahan kembali dialami saat menghadapi Filipina dengan skor 1-4 pada 1 Agustus, sebelum dipermalukan Myanmar 2-7 pada 4 Agustus.
Rentetan hasil tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah publik. Namun, hasil buruk maupun skor besar dalam sebuah pertandingan tentu tidak bisa dijadikan bukti bahwa laga telah diatur.
Pengamat sepak bola sekaligus Founder Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai persoalan ini menjadi ujian bagi AFF. Respons AFF terhadap persoalan ini dinilai akan menjadi sangat penting. Penanganan yang transparan dan tegas dibutuhkan agar Hyundai ASEAN Cup 2026 tetap memiliki kredibilitas dan tidak dibayangi keraguan terkait pengawasan pertandingan.
Di sisi lain, kontroversi keputusan wasit dalam laga Timnas Indonesia vs Singapura juga menjadi sorotan. Wasit tidak menganggap backpass disengaja dari pemain Singapura sebagai pelanggaran. Padahal, menurut Laws of the Game, penjaga gawang tidak boleh menangkap bola jika sengaja ditendang oleh rekan setim.
Kontroversi tersebut membuat integritas Piala AFF 2026 kembali dipertanyakan. Apakah turnamen ini masih bisa dipandang sebagai kompetisi yang adil dan kredibel? Jawabannya masih menunggu respons dari AFF dan penyelenggara turnamen.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa integritas Piala AFF 2026 telah dipertanyakan. Dugaan pengaturan skor dan kontroversi keputusan wasit telah membuat turnamen ini kehilangan kredibilitas. Oleh karena itu, AFF harus segera mengambil tindakan untuk menyelidiki dan menyelesaikan kasus ini agar turnamen dapat kembali berjalan dengan adil dan kredibel.











