OLAHRAGA

Transformasi Rahmat: Dari Winger ke Striker, Kini Menjadi Momok Persib di GBLA

×

Transformasi Rahmat: Dari Winger ke Striker, Kini Menjadi Momok Persib di GBLA

Share this article
Transformasi Rahmat: Dari Winger ke Striker, Kini Menjadi Momok Persib di GBLA
Transformasi Rahmat: Dari Winger ke Striker, Kini Menjadi Momok Persib di GBLA

GemaWarta – 14 April 2026 | Gelar veteran 37 tahun Muhammad Rahmat kembali menjadi buah bibir dunia sepak bola Indonesia setelah pelatih Bali United, Johnny Jansen, memutuskan menurunkan pemain berposisi sayap ke lini depan pada laga melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (12/4/2026). Perubahan taktik tersebut terbukti efektif; Rahmat tidak hanya mengisi posisi striker, ia menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan, bahkan memaksa bek tengah Persib, Patricio Matricardi, melakukan pelanggaran keras yang berujung kartu kuning kedua.

Penampilan Rahmat sebagai striker menandai titik balik dalam dua laga terakhir Bali United. Setelah tampil sebagai starter melawan PSBS Biak, ia kembali dipilih untuk menempati posisi paling depan pada pertandingan kontra Persib. Meskipun usia menua, kecepatan dan ketajaman gerak Rahmat tetap menjadi senjata utama. Selama 58 menit pertama, ia berhasil menekan pertahanan Persib, menciptakan peluang berbahaya, dan akhirnya membantu timnya mencatatkan tiga gol, meski akhirnya harus puas dengan kemenangan tipis 3-2.

🔖 Baca juga:
Drama di Old Trafford: Manchester United Tertinggal 2-0 oleh Leeds United, Noah Okafor Ganda Gol

Suporter Bali United yang hadir dalam jumlah besar di GBLA memberikan pujian hangat kepada sang pemain. Mereka menyebut Rahmat sebagai “The Flazz”, julukan yang mencerminkan kecepatan dan kelincahan yang mengganggu lini belakang lawan. Sorakan mereka tidak hanya mengisi arena, tetapi juga menjadi motivasi tambahan bagi pelatih Jansen untuk terus menaruh kepercayaan pada pemain senior tersebut.

Statistik singkat menunjukkan perkembangan penting. Sebelum pertandingan melawan Persib, Rahmat mencatatkan 12 penampilan musim ini dengan satu gol, mayoritasnya sebagai pemain pengganti. Namun, setelah penempatan sebagai striker, ia mencatatkan dua assist dan satu gol dalam tiga menit terakhir pertandingan, menegaskan efektivitas perubahan peran.

🔖 Baca juga:
Flashscore Ungkap Drama Sepak Bola Internasional: Real Madrid vs Bayern, Arsenal Mengejar Semifinal, dan Kemenangan Finlandia di Kualifikasi Wanita
  • Usia: 37 tahun
  • Posisi awal: Winger
  • Posisi baru: Striker
  • Penampilan musim 2025/2026: 12
  • Gol sebelum perubahan: 1
  • Assist setelah perubahan: 2

Pelatih Johnny Jansen mengakui keputusan tersebut bukan sekadar eksperimentasi, melainkan respons terhadap kebutuhan taktis tim. “Kami membutuhkan pemain yang dapat menembus pertahanan lawan dengan kecepatan, dan Rahmat memiliki atribut tersebut,” ujar Jansen dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa peran striker tradisional tetap dipegang oleh Boris Kopitovic dan Jens Raven, namun kehadiran Rahmat memberikan dimensi tambahan pada serangan Bali United.

Setelah kemenangan melawan Persib, fokus Bali United beralih ke laga berikutnya melawan Malut United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (19/4/2026). Rahmat menegaskan kesiapan mental dan fisik tim untuk pertandingan tersebut. “Kami sudah belajar banyak dari laga melawan Persib, dan sekarang kami ingin kembali ke jalur kemenangan,” kata Rahmat. Ia juga berharap dapat terus berkontribusi bila kembali mendapat kepercayaan pelatih, terutama dalam menembus kotak penalti lawan.

🔖 Baca juga:
Man United vs Aston Villa: Pertarungan Kunci di Puncak Liga Primer dan Implikasinya pada Klasemen Champions League

Reaksi media dan pengamat lokal pun mengapresiasi transformasi tersebut. Beberapa analis menilai bahwa penempatan Rahmat sebagai striker memperkaya pilihan taktik Jansen, sekaligus memberi peluang bagi pemain muda untuk mendapatkan lebih banyak menit di posisi sayap. Di sisi lain, suporter Persib mengakui bahwa pertahanan mereka harus beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan taktik lawan, khususnya terhadap pemain veteran yang mampu menukar peran secara efektif.

Kesimpulannya, perubahan posisi Muhammad Rahmat dari winger ke striker tidak hanya meningkatkan performa individu, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keseluruhan dinamika tim. Dukungan kuat dari suporter, kepercayaan pelatih, dan hasil positif di lapangan menegaskan bahwa transformasi ini menjadi faktor kunci dalam upaya Bali United mempertahankan posisi di klasemen Liga 1. Kedepannya, konsistensi dalam pemanfaatan pemain senior seperti Rahmat akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi strategi pelatih dalam menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *