OLAHRAGA

Drama di Anoeta: Real Sociedad Menang Tipis atas Getafe di Tengah Kontroversi Oyarzabal

×

Drama di Anoeta: Real Sociedad Menang Tipis atas Getafe di Tengah Kontroversi Oyarzabal

Share this article
Drama di Anoeta: Real Sociedad Menang Tipis atas Getafe di Tengah Kontroversi Oyarzabal
Drama di Anoeta: Real Sociedad Menang Tipis atas Getafe di Tengah Kontroversi Oyarzabal

GemaWarta – 27 April 2026 | Pertandingan antara Real Sociedad dan Getafe yang digelar di Stadion Anoeta pada Sabtu sore menjadi sorotan utama Liga Spanyol tidak hanya karena hasil akhir 2-1 yang mengantarkan Sanse meraih tiga poin, melainkan juga karena serangkaian insiden di luar lapangan yang menambah bumbu drama. Di balik kemenangan tipis tersebut, muncul kontroversi yang melibatkan striker andalan Mikel Oyarzabal, tuduhan pribadi yang dilemparkan oleh bek Getafe Juan Iglesias, serta keputusan taktik pelatih Pellegrino Matarizzo yang menampilkan susunan pemain dengan lima perubahan.

Gol pertama Real Sociedad tercipta lewat serangan balik cepat yang dipimpin oleh Oyarzabal, yang menembus pertahanan Getafe dan mengirim bola ke pojok gawang. Namun, gol tersebut sempat dipertanyakan karena keputusan VAR yang mengubah sebuah peluang Rayo Vallecano menjadi tendangan penalti untuk Sanse dalam pertandingan sebelumnya. Keputusan VAR yang konsisten ini menjadi latar belakang penting, mengingat kontroversi serupa kembali muncul di laga ini ketika wasit menegakkan keputusan penalti pada menit ke-78 setelah Oyarzabal terjatuh di dalam kotak penalti.

🔖 Baca juga:
AEK Athens Hadapi Tantangan Berat di Leg Kedua Quarterfinal UEFA Conference League

Getafe berhasil menyamakan kedudukan melalui gol tunggal dari striker mereka pada menit ke-62, namun Real Sociedad kembali unggul lewat gol penentu pada menit ke-84 yang dikerjakan oleh pemain sayap muda, Óskarsson, yang berhasil memanfaatkan umpan silang dari Take Kubo. Gol ini memastikan kemenangan 2-1 bagi Sanse, sekaligus menambah tekanan pada papan klasemen dengan target menembus posisi kelima.

Sementara aksi di lapangan menjadi fokus utama, insiden di ruang ganti mencuri perhatian media. Juan Iglesias, bek muda Getafe, mengeluarkan komentar tajam mengenai istri Oyarzabal, Estela Grande, yang kemudian memicu kemarahan sang pemain Sanse. Oyarzabal langsung melangkah ke ruang ganti Getafe untuk menuntut penjelasan secara langsung, melintasi koridor yang memisahkan kedua tim di Anoeta. Pelatih Real Sociedad, Pellegrino Matarazzo, menanggapi peristiwa tersebut dengan menekankan bahwa Oyarzabal tetap profesional meski mendapat hinaan, dan menegaskan bahwa sikap keras kepala sang pemain justru mencerminkan karakter juara.

Di sisi lain, Matarazzo juga mengumumkan susunan pemain terbarunya yang mengandung lima perubahan dibandingkan dengan laga sebelumnya melawan Getafe pada minggu lalu. Berikut susunan awal yang digunakan pada pertandingan melawan Getafe di Vallecas, yang menjadi referensi bagi strategi di Anoeta:

🔖 Baca juga:
Drama Final Four Proliga 2026 di Semarang: LavAni Tak Tergoyahkan, Bhayangkara Presisi Kunci Tiket Grand Final
  • Penjaga gawang: Remiro
  • Pemain bertahan: Aramburu, Jon Martín, Caleta‑Car, Sergio Gómez
  • Gelandang bertahan: Turrientes, Soler
  • Pemain sayap: Take Kubo, Barrenetxea
  • Penyerang: Óskarsson (menjaga posisi depan), Mikel Oyarzabal, Marín

Perubahan utama meliputi kembalinya Oyarzabal ke formasi utama, menggantikan Brais, serta penempatan Óskarsson di posisi penyerang tengah meskipun performanya masih dipertanyakan. Matarazzo menegaskan bahwa meskipun posisi kelima belum pasti menjadi tiket Champions, ambisinya tetap kuat untuk bersaing hingga akhir musim.

Reaksi pendukung kedua tim pun beragam. Di media sosial, istri Oyarzabal, Estela Grande, mengungkapkan rasa frustasinya atas serangkaian komentar negatif yang mengganggu kesehariannya di San Sebastián. Sementara pemilik Getafe, Juan Iglesias, tetap bersikap tegas dengan menilai bahwa serangan pribadi tidak boleh diterima dalam dunia profesional.

Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola yang cukup seimbang, namun Real Sociedad lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Dari total 12 tembakan, Sanse mencatat 7 tembakan tepat sasaran, sementara Getafe hanya berhasil menembus target sebanyak 3 kali. Kedua tim mencatat masing‑masing satu kartu kuning, tanpa ada kartu merah yang dikeluarkan.

🔖 Baca juga:
FIFA 2026: Kontroversi Penolakan Iran, Tiket Ultra-Premium, dan Tur Lintas Negara Menyulut Antusiasme Global

Dengan hasil ini, Real Sociedad melanjutkan perjuangan menuju posisi kelima, menutup jarak dengan klub-klub besar lainnya. Di sisi lain, Getafe harus mencari cara mengembalikan performa mereka agar tidak terperosok lebih jauh di klasemen. Pertarungan selanjutnya bagi Sanse diprediksi melawan tim papan atas lainnya, sementara Getafe harus segera memperbaiki mentalitas tim setelah insiden yang menodai citra klub.

Secara keseluruhan, laga Real Sociedad vs Getafe tidak hanya menyajikan aksi sepak bola yang menarik, tetapi juga menampilkan dinamika interpersonal yang memengaruhi atmosfer kompetisi. Kedepannya, fokus kedua tim akan beralih pada peningkatan taktik, penguatan mental pemain, dan upaya menghindari kontroversi serupa yang dapat mengalihkan perhatian dari tujuan utama: meraih kemenangan di setiap pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *