GemaWarta – 28 April 2026 | Barcelona tampak serius mengalihkan perhatiannya ke jajaran muda Indonesia setelah tawaran transfer Alessandro Bastoni ke Inter Milan menjadi bahan ejekan di media Italia. Kejadian itu memicu klub Spanyol untuk menilai kembali kebijakan perekrutan pemain muda, terutama yang pernah menorehkan prestasi di ajang internasional.
Berita terbaru menunjukkan bahwa Barcelona kini menaruh mata pada dua nama yang menonjol di skuad Timnas Indonesia U-17: bek berpengalaman Matthew Baker, yang baru-baru ini diangkat menjadi kapten tim, serta penyerang berbakat Muhammad Mierza Firjatullah. Kedua pemain ini sempat menampilkan aksi gemilang pada Piala Dunia U-17 2023 di Qatar, menjadikan mereka sorotan klub-klub Eropa.
Matthew Baker, yang berusia 19 tahun dan bermain untuk tim junior Melbourne City di Australia, menjadi pilihan utama pelatih Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pemimpin lini belakang. Keputusan penunjukan Baker sebagai kapten didukung oleh pengalaman internasionalnya, termasuk penampilan konsisten pada turnamen Piala Dunia U-17. Barcelona menilai kualitas taktiknya sebagai aset berharga untuk memperkuat akademi La Masia.
Sementara itu, Mierza Firjatullah, striker berkecepatan tinggi yang pernah menjadi andalan timnas pada Piala Dunia U-17, mengalami cedera hamstring menjelang Piala Asia U-17 2026. Cedera tersebut membuatnya masuk dalam enam pemain yang dicoret dari daftar 21 pemain Kurniawan. Meski demikian, Barcelona tetap mencatat potensi golnya dan menunggu proses rehabilitasi selesai.
Inter Milan pada awalnya melontarkan tawaran untuk merekrut Bastoni, bek tengah asal Italia, namun tawaran itu dipandang remeh oleh publik dan media Italia. Reaksi tersebut menambah tekanan bagi Inter untuk menunjukkan ambisi mereka dalam pasar transfer. Sebaliknya, Barcelona memanfaatkan situasi dengan menyoroti pemain-pemain muda yang belum banyak dibicarakan, termasuk talenta Indonesia.
Para pengamat sepakbola menilai langkah Barcelona sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengamankan hak milik pemain muda sebelum nilai pasar mereka melonjak. Dengan mengamati performa Matthew Baker di ajang Piala Asia U-17, klub berharap dapat menandatangani kontrak pre-emptive yang mengikat pemain tersebut ke dalam sistem pengembangan mereka.
Selain faktor teknis, aspek komersial juga menjadi pertimbangan. Pasar Asia, khususnya Indonesia, menawarkan basis suporter yang sangat besar. Keberadaan pemain Indonesia di tim utama Barcelona dapat meningkatkan eksposur merek klub di wilayah tersebut, sekaligus membuka peluang sponsor baru.
Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Timnas Indonesia U-17, mengungkapkan kebanggaannya atas perhatian Barcelona. Ia menilai bahwa eksposur internasional akan memotivasi generasi muda Indonesia untuk berlatih lebih keras. “Jika Barcelona melihat potensi anak bangsa, itu menjadi bukti bahwa kualitas kami sudah diakui secara global,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers.
Namun, tantangan tetap ada. Proses rehabilitasi Mierza perlu selesai sebelum ada kesepakatan kontrak. Sementara itu, Matthew Baker harus menyesuaikan diri dengan gaya permainan Barcelona yang menekankan penguasaan bola dan pergerakan cepat. Kedua faktor tersebut menjadi kunci keberhasilan transisi pemain ke level tertinggi sepakbola Eropa.
Secara keseluruhan, pergerakan Barcelona menunjukkan dinamika pasar transfer yang semakin mengglobal. Dari sekadar menertawakan tawaran Bastoni, Inter Milan kini harus bersaing dengan klub lain yang memiliki visi jangka panjang pada pemain muda. Barcelona target pemain U-17 Indonesia menjadi contoh bagaimana klub top Eropa memanfaatkan peluang di pasar Asia untuk memperkuat fondasi akademi mereka.
Jika proses ini berjalan lancar, kehadiran Matthew Baker dan potensi kembali ke lapangan Mierza Firjatullah dapat menjadi jembatan baru antara sepakbola Indonesia dan kompetisi elite Eropa. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak talenta Indonesia untuk menembus panggung internasional.











