GemaWarta – 28 April 2026 | Pertandingan pekan ke-36 Serie B antara Venezia dan Empoli berakhir dengan kemenangan meyakinkan 2-0 bagi tim tuan rumah. Gol-gol penentu kemenangan datang di babak kedua melalui Adorante dan Doumbia, menegaskan dominasi Venezia di lini serang. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga memperkuat posisi Venezia di puncak klasemen, sementara Empoli kini terpuruk di zona play‑out.
Venezia, yang dipimpin oleh Giovanni Stroppa, kini berada di angka 78 poin, hanya selangkah lagi dari kepastian promosi ke Serie A. Dengan selisih tiga poin dari Monza dan Frosinone, keduanya masih bersaing ketat untuk tempat kedua yang masih terbuka. Dalam dua pertandingan terakhir, Venezia berhasil menambah enam poin, menjadikan mereka tim paling konsisten menjelang dua putaran terakhir musim.
Di sisi lain, Empoli yang dikendalikan oleh Fernando Caserta berada pada posisi 16 dengan 44 poin, berada di ambang zona play‑out. Kekalahan melawan Venezia menambah beban mental bagi skuad yang kini harus mengoptimalkan sisa dua laga untuk menghindari degradasi ke Serie C.
Berikut rangkuman singkat statistik kedua tim dalam pertandingan tersebut:
- Venezia: Penguasaan bola 58%, tembakan ke gawang 12, tembakan tepat sasaran 6.
- Empoli: Penguasaan bola 42%, tembakan ke gawang 7, tembakan tepat sasaran 3.
Keberhasilan Venezia tidak lepas dari taktik ofensif Stroppa yang menekankan pressing tinggi dan pergerakan cepat pemain sayap. Doumbia, yang mendapat pujian dalam pagelle Serie B dengan nilai 8, menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol penentu pada menit ke‑67. Sementara Adorante menambah gol pada menit ke‑78, mengamankan kemenangan.
Di luar lapangan, klub Venezia juga mengalami perubahan manajerial. Direktur umum Tancredi Vitale mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan ruang bagi Filippo Antonelli dan Cristian Molinaro untuk melanjutkan visi kebijakan transfer yang telah memperkuat skuad.
Berita mengenai penilaian pelatih setelah 36‑hari pertandingan menunjukkan bahwa Giovanni Stroppa memimpin klasemen dengan rata‑rata nilai 6.54, mengungguli Alvini (Frosinone) dengan 6.53. Di urutan berikutnya, Fernando Caserta dari Empoli berada di peringkat 16 dengan nilai 5.79, menandakan tantangan besar yang dihadapi dalam mengubah nasib tim.
| Pelatih | Tim | Rata‑rata Nilai |
|---|---|---|
| Giovanni Stroppa | Venezia | 6.54 |
| Alessio Alvini | Frosinone | 6.53 |
| Fernando Caserta | Empoli | 5.79 |
Menjelang pertandingan akhir melawan Spezia pada 1 Mei, Venezia bertekad untuk mengamankan tiga poin tambahan yang dapat menjamin promosi matematika. Sementara itu, Empoli harus menyiapkan strategi melawan Avellino dan Monza, dua lawan yang sama-sama berjuang menghindari relegasi. Kedua tim berada di fase kritis, dengan tekanan tinggi pada setiap keputusan taktis.
Kombinasi faktor teknis, mental, dan kebijakan klub menjadi penentu akhir musim. Jika Venezia dapat menambah tiga poin lagi, mereka tidak hanya menutup musim dengan gelar juara, tetapi juga menambah catatan historis sebagai tim yang menguasai Serie B dengan margin terkuat. Sebaliknya, Empoli harus memanfaatkan sisa peluang untuk mengumpulkan poin vital, mengingat setiap selisih dapat menentukan nasib mereka di Serie B.
Kesimpulannya, kemenangan 2-0 atas Empoli menegaskan Venezia sebagai kandidat utama promosi, sementara Empoli harus berjuang keras menghindari zona play‑out. Pertarungan di dua putaran terakhir akan menjadi saksi dramatis bagaimana kedua tim mengakhiri musim mereka.











