Bisnis

IHSG Melemah di Awal Pekan: Prediksi Hari Senin dan Rekomendasi Saham Pilihan dari ADRO hingga SRTG

×

IHSG Melemah di Awal Pekan: Prediksi Hari Senin dan Rekomendasi Saham Pilihan dari ADRO hingga SRTG

Share this article
IHSG Melemah di Awal Pekan: Prediksi Hari Senin dan Rekomendasi Saham Pilihan dari ADRO hingga SRTG
IHSG Melemah di Awal Pekan: Prediksi Hari Senin dan Rekomendasi Saham Pilihan dari ADRO hingga SRTG

GemaWarta – 28 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah pada perdagangan Senin, 27 April 2026, menandai potensi koreksi lanjutan di pasar modal Indonesia. Penurunan 0,32% pada penutupan Senin, dengan indeks berada di 7.106,52, menegaskan tekanan jual yang masih berlangsung meski volume perdagangan menurun.

Berbagai analis menilai bahwa IHSG berada dalam fase koreksi teknikal. Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas menjelaskan bahwa indeks berada pada gelombang [v] atau pada akhir gelombang [b] dari wave B, sehingga rawan bergerak turun menguji level support 7.022-6.917 dan resistance 7.313-7.484. Sementara itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG dapat melemah terbatas dalam rentang 7.000-7.325.

🔖 Baca juga:
Delisting SRIL: Nasib Miliaran Dana Lo Kheng Hong dan Investor Lain Terancam

Faktor eksternal turut menambah beban pasar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara AS dan Iran, meningkatkan risiko gangguan pasokan energi. Brigita Kinari dari PT Indo Premier Sekuritas menambahkan bahwa tekanan pada harga minyak dapat menahan penurunan inflasi global, sehingga kebijakan moneter tetap ketat. Di dalam negeri, penyesuaian harga BBM non-subsidi dan nilai tukar Rupiah yang mencapai rekor terlemah di Rp17.315 per dolar menambah kekhawatiran inflasi jangka pendek.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur akhir April, dengan fokus menstabilkan nilai tukar. Kebijakan ini, bersama dengan sentimen eksternal yang belum mereda, membuat investor berhati-hati dalam beberapa hari ke depan.

Dengan latar belakang tersebut, para analis menyarankan beberapa saham yang berpotensi memberikan keuntungan atau setidaknya melindungi portofolio dari volatilitas. Berikut rangkuman rekomendasi utama:

🔖 Baca juga:
Saham Salim Ivomas Pratama Melejit 12,7%: Bintang Baru di Langit IHSG 2026
  • ADRO (Alamtri Resources Indonesia): Dipilih oleh BNI Sekuritas sebagai salah satu saham defensif dengan prospek kenaikan harga komoditas batu bara.
  • KIJA (Kawasan Industri Jababeka): Direkomendasikan oleh Fanny Suherman (BNI Sekuritas) karena eksposur pada sektor infrastruktur yang masih kuat.
  • UNTR (United Tractors): Memiliki fundamental kuat di sektor alat berat dan pertambangan.
  • SRTG (Saratoga Investama): Menawarkan valuasi menarik di tengah penurunan umum indeks.
  • HRTA (Hartadinata Abadi) dan SSIA (Surya Internusa Semesta): Kedua saham ini berada pada posisi teknikal yang menguntungkan.
  • INDY (Indika Energy): Memiliki eksposur energi yang dapat diuntungkan bila harga minyak stabil.

Selain rekomendasi di atas, Herditya Wicaksana menambahkan saham seperti PT Archi Indonesia (ARCI), PT Midi Utama Indonesia (MIDI), PT Sanurhasta Mitra (MINA), dan PT Timah (TINS) sebagai pilihan tambahan yang layak dipertimbangkan.

Data perdagangan pada Senin menunjukkan total 286 saham melemah, 423 menguat, dan 250 stagnan, dengan total transaksi mencapai 30,52 miliar lembar saham senilai Rp16,53 triliun. Saham-saham blue chip seperti BBCA dan BREN menunjukkan perbedaan performa: BBCA turun 1,24% sementara BREN naik 0,87%.

Investor disarankan untuk mengawasi level support utama di 7.022-6.917 dan resistance di 7.313-7.484, serta menyiapkan strategi manajemen risiko yang ketat. Mengingat volatilitas yang masih tinggi, diversifikasi portofolio dengan memasukkan saham-saham rekomendasi di atas dapat membantu mengurangi dampak penurunan indeks.

🔖 Baca juga:
Pemegang Saham LPPF Setujui Perubahan Nama Perusahaan Jadi PT MDS Retailing Tbk

Secara keseluruhan, IHSG melemah menjadi sinyal peringatan bagi pelaku pasar untuk lebih selektif dalam memilih saham. Kombinasi faktor geopolitik, kebijakan moneter, dan dinamika domestik menuntut pendekatan yang lebih berhati-hati dalam minggu perdagangan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *