Musik

Michael Biopic Pecahkan Rekor Box Office, Tapi Memicu Kontroversi Besar

×

Michael Biopic Pecahkan Rekor Box Office, Tapi Memicu Kontroversi Besar

Share this article
Michael Biopic Pecahkan Rekor Box Office, Tapi Memicu Kontroversi Besar
Michael Biopic Pecahkan Rekor Box Office, Tapi Memicu Kontroversi Besar

GemaWarta – 29 April 2026 | Film “Michael” yang diproduksi oleh Lionsgate dan disutradarai Antoine Fuqua resmi meluncur pada akhir pekan lalu, mencetak rekor penjualan tiket yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada hari pertama saja, film ini menyerap US$97 juta di Amerika Serikat dan total US$217,4 juta secara global, menjadikannya salah satu debut terbesar dalam sejarah perfilman.

Peran utama Michael Jackson diperankan oleh keponakan sang legenda, Jaafar Jackson, yang mendapat pujian atas kemampuan menirukan gerakan ikonik sang artis. Di balik kesuksesan komersial, produksi film ini menghabiskan biaya produksi bersih sebesar US$200 juta, termasuk tambahan US$50 juta untuk reshoot yang dipaksakan setelah adegan-adegan tertentu harus dihapus.

🔖 Baca juga:
Rotten Tomatoes Jadi Sorotan: Dari Film Ikonik hingga Kontroversi Politik dan Budaya Pop

Keputusan paling kontroversial adalah penghilangan bagian mengenai gugatan 1993 yang melibatkan Michael Jackson dan keluarga Chandler. Menurut pernyataan sutradara, penghilangan tersebut bukan keputusan kreatif, melainkan akibat perjanjian penyelesaian hukum senilai US$25 juta yang melarang penyebutan atau dramatisasi kasus tersebut dalam media apapun, termasuk film.

  • Hari pertama di AS: US$97 juta
  • Total pendapatan dunia: US$217,4 juta
  • Biaya produksi: US$200 juta
  • Biaya reshoot: US$50 juta

Penghapusan episode 1993 memaksa tim kreatif menata ulang alur cerita, sehingga film berakhir pada tahun 1988, tepat sebelum puncak era “Bad”. Fuqua menegaskan bahwa fokus utama film adalah menampilkan sisi manusiawi sang bintang, bukan menyulut kembali kontroversi lama. Ia menambahkan, “Kita ingin penonton merasakan perjalanan emosional yang membentuk pribadi Michael, dan mungkin cerita selanjutnya akan mengangkat babak lain.”

Sementara itu, beberapa pihak mengkritik keputusan tersebut. Sutradara dokumenter Dan Reed, yang pernah membuat film tentang tuduhan pelecehan, menuduh biopik ini “mengabaikan klaim pelecehan dan melukiskan para penuduh sebagai pembohong”. Reed berargumen bahwa menghilangkan fakta tersebut menyajikan narasi yang tidak seimbang.

Dari sudut pandang yang lebih personal, koki pribadi Michael Jackson, yang pernah melayani sang legenda selama bertahun‑tahun, memberikan kesaksian tentang kebiasaan makan dan rutinitas di dalam rumah. Ia menuturkan bagaimana makanan menjadi bagian penting dalam menjaga stamina sang artis pada tur dunia, namun juga menyinggung tekanan mental yang dialami oleh Jackson.

Kontroversi lain muncul ketika para penggemar menelusuri kembali penyebab kematian sang Raja Pop. Film ini menyinggung kembali isu‑isu kesehatan yang pernah mengelilingi kematiannya, meski tidak secara eksplisit membahas detail medis. Hal ini memicu perdebatan di kalangan netizen yang menuntut kejelasan lebih lanjut.

Menanggapi semua sorotan, perwakilan Lionsgate mengungkapkan rencana potensial untuk membuat lanjutan film. “Kami masih memiliki banyak cerita yang belum terungkap,” kata Adam Fogelson, ketua film Lionsgate, menambah bahwa keputusan mengenai sekuel akan dipertimbangkan berdasarkan respon penonton.

Secara keseluruhan, Michael biopic berhasil memecahkan rekor box office, namun sekaligus menimbulkan polemik seputar bagaimana sejarah sang artis dipresentasikan. Bagaimana film ini akan memengaruhi warisan Michael Jackson di mata publik masih menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *