OLAHRAGA

Granada vs Almería: Drama 2-4, Rekor Negatif dan Penampilan Ely Membara

×

Granada vs Almería: Drama 2-4, Rekor Negatif dan Penampilan Ely Membara

Share this article
Granada vs Almería: Drama 2-4, Rekor Negatif dan Penampilan Ely Membara
Granada vs Almería: Drama 2-4, Rekor Negatif dan Penampilan Ely Membara

GemaWarta – 29 April 2026 | Pada Minggu sore, Estadio Nuevo Los Cármenes menjadi saksi duel menegangkan antara Granada CF dan UD Almería yang berakhir dengan skor 2-4. Kemenangan tandang Almería tidak hanya menambah tiga angka bagi tim asal Andalusia, tetapi juga menorehkan catatan kelam bagi Granada yang mencatat rekor pertahanan terburuk sejak era 1950-an.

Teknikus Granada, Pacheta, secara terbuka mengakui kegagalan timnya dalam konferensi pers pasca‑pertandingan. Ia menilai bahwa skuad rojiblanco belum mampu menutup ruang di lini belakang, sebuah masalah yang sudah terlihat sejak dua pertandingan beruntun ketika mereka kebobolan masing‑masing empat gol. Pada pertandingan sebelumnya, Granada kalah 0-4 di Estadio Carlos Belmonte melawan Albacete, menambah total delapan gol kebobolan dalam dua pekan berturut‑turut.

🔖 Baca juga:
Drama Stamford Bridge: Rekor Tersingkat & Chelsea Pecat Liam Rosenior, Apa Penyebabnya?

Rekor Negatif yang Belum Terpecahkan

Statistik yang dirilis oleh akun X @GCFstats menunjukkan bahwa terakhir kali sebuah tim Segunda División mengalami kebobolan empat gol dalam dua pertandingan berurutan adalah pada musim 1951‑1952. Pada saat itu, Granada (dulu) menelan kekalahan 4-0 melawan Atlético Baleares dan 5-0 melawan Real CD Córdoba. Dalam enam pertemuan terakhir sebelum laga melawan Almería, Granada hanya berhasil menjaga gawang bersih sekali, melawan Cultural Leonesa. Di lima laga lainnya, mereka mengizinkan 15 gol, menghasilkan rata‑rata tiga gol kebobolan per pertandingan.

Rodrigo Ely Menjadi Bintang di Garis Belakang Almería

Di sisi lain, bek asal Brasil Rodrigo Ely menampilkan aksi defensif yang mengesankan. Statistik individu Ely selama pertandingan menunjukkan dominasi total: ia memenangkan 100% duel udara (3 dari 3) dan mengamankan semua duel tanah (5 dari 5). Selain itu, ia berhasil memancing penalti bagi Almería, menambah nilai strategisnya dalam fase ofensif. Ely juga mencatat tiga kali pembersihan bola penting serta dua intersepsi yang menghentikan serangan Granada secara langsung.

Penampilan Ely tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai starter, tetapi juga memaksa pelatih Almería untuk menurunkan Nelson Monte, yang sebelumnya menjadi pilihan utama di lini belakang. Keberhasilan Ely mencerminkan perubahan taktik yang menekankan kecepatan transisi dan kontrol ruang di area pertahanan.

🔖 Baca juga:
Middlesbrough Bersiap Menaklukkan Sheffield Wednesday: Analisis Taktik dan Dampak pada Papan Klasemen

Statistik Pertandingan dalam Angka

Tim Gol Duels Udara Duels Tanah Clearance Intersepsi
Granada CF 2 7/12 10/18 5 3
UD Almería 4 8/8 (Ely 3/3) 14/14 (Ely 5/5) 9 (Ely 3) 6 (Ely 2)

Selain Ely, pemain asal Spanyol Adrian Embarba juga memberikan kontribusi ofensif penting bagi Almería dengan tiga gol dan satu assist dalam empat pertandingan terakhir. Namun, fokus utama artikel ini tetap pada dinamika pertahanan Granada yang rapuh.

Ke depan, Granada harus segera memperbaiki performa di lini belakang bila ingin mempertahankan posisi di zona aman. Jadwal selanjutnya menampilkan pertandingan melawan Burgos pada 16 Mei, dengan jeda istirahat yang lebih singkat. Meski sudah mengamankan tempat aman secara matematis, tekanan tetap ada karena setiap poin tetap berharga dalam perebutan posisi akhir liga.

Sementara itu, Almería menatap peluang naik ke zona promosi dengan optimisme tinggi. Pertahanan yang dipimpin Ely memberikan fondasi kuat bagi tim untuk melanjutkan serangkaian kemenangan menjelang akhir musim.

🔖 Baca juga:
Arteta Ditekan Legenda Arsenal, Siap Buktikan ‘Pure Fire’ di Duel Etihad

Dengan catatan pertahanan yang masih menjadi sorotan, Granada harus mengubah taktik dan memperkuat koordinasi antar lini. Jika tidak, sejarah kelam yang baru saja tercipta dapat berlanjut hingga akhir kompetisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *