GemaWarta – 30 April 2026 | Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyati Putri Wardhana, menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur penerbangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada kunjungan resmi ke Padang, 29 April 2026. Menurutnya, penambahan landasan pacu Mentawai seluas 400 meter menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas Bandara Udara Mentawai (BUM) yang baru diresmikan pada Oktober 2023.
Bandara Mentawai saat ini hanya memiliki landasan pacu berukuran 1.500 x 30 meter, terbatas untuk menampung pesawat turboprop ATR 72-600 dengan kapasitas maksimal 78 penumpang. Dengan perpanjangan hingga 1.900 meter, bandara dapat menerima pesawat berbadan lebih besar seperti Airbus A320 atau Boeing 737, membuka peluang masuknya maskapai penerbangan domestik dan internasional.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menambahkan bahwa Mentawai, yang dikenal dengan sebutan “Bumi Sikerei,” memiliki lebih dari 300 titik selancar kelas dunia. Pada Juli 2026 akan digelar kompetisi selancar internasional yang diharapkan menarik ribuan wisatawan mancanegara. Keterbatasan akses udara saat ini menjadi kendala utama, terutama pada musim puncak ketika hotel dan resor hampir selalu penuh.
- Penambahan runway 400 meter memungkinkan pendaratan pesawat berkapasitas 150-180 penumpang.
- Mempercepat mobilitas wisatawan, mengurangi waktu transit melalui bandara utama di Padang.
- Meningkatkan daya tarik investasi hotel, resor, dan sanggraloka di Pulau Sikerei.
- Memberi dorongan signifikan pada pendapatan daerah melalui pajak pariwisata dan penciptaan lapangan kerja.
Selain infrastruktur penerbangan, Menteri Pariwisata juga menekankan pentingnya peningkatan akomodasi. Sebagai alumnus Pepperdine University, ia menyarankan pemangku kepentingan menambah jumlah hotel, resor, dan sanggraloka guna menampung lonjakan kunjungan wisatawan. Daya dukung penginapan yang memadai dianggap krusial untuk menjaga standar kenyamanan dan layanan di Mentawai.
Gubernur Mahyeldi menegaskan komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menindaklanjuti masukan tersebut. Ia menambahkan bahwa pengembangan landasan pacu Mentawai sejalan dengan rencana jangka panjang pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sumatera Barat, termasuk program pelestarian budaya Minangkabau dan ekowisata laut.
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa setiap penambahan satu meter runway dapat meningkatkan potensi pendapatan daerah hingga 15 persen per tahun, mengingat tarif penerbangan dan kontribusi wisatawan terhadap sektor perhotelan, restoran, serta transportasi lokal. Dengan dukungan dana pusat dan swasta, proyek perpanjangan diperkirakan selesai pada akhir 2027.
Secara keseluruhan, perpanjangan landasan pacu Mentawai tidak hanya menjadi katalisator pertumbuhan pariwisata, tetapi juga memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan di Asia Tenggara. Langkah ini diharapkan mengubah Mentawai menjadi gerbang utama bagi pelancong yang ingin mengeksplorasi keindahan selancar, budaya, dan keanekaragaman hayati pulau-pulau terluar Indonesia.