GemaWarta – 01 Mei 2026 | Manchester United kembali berada di jalur tiga besar Liga Premier, namun mantan kapten tim merah itu menegaskan bahwa skuad masih memerlukan peningkatan kualitas, terutama di lini pertahanan. Dalam sebuah wawancara di program tanya jawab Sky Sports, Gary Neville menyebut bahwa satu pemain yang menjadi impian klub adalah Marquinhos, bek tengah asal Brasil yang kini memperkuat Paris Saint-Germain.
Marquinhos, yang berusia 28 tahun, telah menjadi pilar utama PSG sejak kepindahannya pada 2013. Penampilannya yang konsisten, kemampuan membaca permainan, serta kepemimpinan di ruang ganti menjadikannya salah satu bek tengah terbaik dunia. Selama lima musim terakhir, ia membantu tim mengamankan empat gelar Ligue 1, tiga Coupe de France, serta menembus semifinal Liga Champions pada dua kesempatan.
Menurut Neville, kehadiran Marquinhos di Old Trafford tidak hanya akan memperkuat lini belakang, tetapi juga memberikan ketenangan mental kepada para pemain muda. “Jika Anda menanyakan apa yang paling dibutuhkan United saat ini, jawabannya adalah bek tengah kelas dunia. Dream world, itu akan menjadi Marquinhos,” ujarnya.
Namun, Neville juga realistis mengenai peluang tersebut. Mengingat besarnya biaya transfer dan gaji Marquinhos, serta ambisi finansial PSG, peluang United merekrut sang pemain tampak tipis. Oleh karena itu, mantan legenda Red Devils sekaligus analis tak melupakan opsi-opsi yang lebih terjangkau.
- Sandro Tonali – Gelandang Italia berusia 26 tahun yang menunjukkan kualitas tinggi di Newcastle United dan kini menjadi incaran klub-klub top Eropa.
- Elliot Anderson – Gelandang tengah asal Nottingham Forest yang telah tampil menonjol dan diprediksi menjadi bagian dari skuad nasional Inggris.
- Ezri Konsa – Bek tengah Aston Villa yang dikenal sebagai pemain defensif yang disiplin dan sering kali diabaikan, namun sangat cocok untuk mengisi kebutuhan United di area pertahanan.
Daftar realistis tersebut mencerminkan strategi United untuk memperkuat kedalaman skuad tanpa mengorbankan kestabilan keuangan. Sementara Tonali menawarkan kreativitas di tengah lapangan, Anderson dapat menambah opsi penyerangan, dan Konsa menambah kekuatan di lini belakang.
Di sisi lain, Marquinhos masih menjadi sorotan utama karena profilnya yang menggabungkan kecepatan, ketangguhan dalam duel satu lawan satu, serta kemampuan mengatur lini pertahanan. Statistik terbaru menunjukkan bahwa pada musim 2025/2026 ia mencatat rata-rata 1,8 intersepsi per pertandingan dan 4,3 tekel sukses per 90 menit, angka yang berada di atas rata-rata bek top Eropa.
Selain performa di lapangan, Marquinhos juga dikenal memiliki jiwa kepemimpinan. Ia menjabat sebagai kapten PSG sejak 2020 dan sering menjadi jembatan komunikasi antara pelatih dan pemain. Karakter tersebut menjadi nilai tambah bagi United yang tengah berusaha menumbuhkan budaya kemenangan setelah periode transisi di bawah manajer baru.
Jika United berhasil mengamankan Marquinhos, dampaknya akan dirasakan tidak hanya pada defensif tetapi juga pada mental tim. Pemain seperti Harry Maguire yang masih menjadi topik perbincangan akan memiliki partner yang lebih stabil, sementara gelandang seperti Bruno Fernandes dan Mason Mount dapat lebih leluasa mengendalikan permainan tanpa harus terus-menerus menutup ruang di lini belakang.
Namun, realitas pasar transfer masih menjadi penghalang. PSG menilai Marquinhos sebagai aset strategis yang tidak akan dilepas begitu saja, terutama menjelang fase grup Liga Champions. Harga transfer yang diperkirakan mencapai €80 juta ditambah gaji tahunan di atas €20 juta membuat negosiasi menjadi sangat menantang.
Dalam konteks ini, keputusan United akan sangat bergantung pada kebijakan keuangan klub, serta kemampuan mereka untuk menarik sponsor tambahan. Jika United mampu mengoptimalkan pendapatan komersial, peluang mendekatkan Marquinhos ke Old Trafford tidak sepenuhnya mustahil.
Terlepas dari hasil akhir, pernyataan Neville menegaskan bahwa Manchester United berambisi menjadi klub elit yang berkompetisi di panggung tertinggi. Baik melalui impian menggaet Marquinhos maupun melalui opsi realistis seperti Tonali, Anderson, dan Konsa, United berusaha menyiapkan diri untuk tantangan Liga Champions musim depan.
Dengan kombinasi strategi jangka pendek dan visi jangka panjang, United berada di jalur yang tepat untuk kembali bersaing memperebutkan gelar domestik maupun Eropa. Seiring berjalannya musim, para penggemar akan menantikan langkah konkret klub dalam mengukir sejarah baru.











