GemaWarta – 02 Mei 2026 | Lee Zii Jia kembali menunjukkan kilau performa setelah penampilan gemilangnya di Thomas Cup 2026. Bintang bulu tangkis Malaysia ini berhasil mengembalikan ritme dan kepercayaan diri yang sempat menurun, terutama setelah menjalani sesi singkat bersama skuad nasional di Akademi Badminton Malaysia. Keberhasilannya mengalahkan pemain peringkat dunia 20, Koki Watanabe, pada laga akhir grup B melengkapi catatan bersihnya di babak penyisihan.
Meski tim Malaysia harus mengakui kegagalan pada perempat final melawan China dengan skor 0‑3, Zii Jia menonjol sebagai satu-satunya pemain yang tidak mengalami cedera selama turnamen. Prestasinya menjadi bukti bahwa pendekatan pelatihan terpusat dapat memberikan manfaat, sekaligus menimbulkan pertanyaan strategis mengenai masa depan program latihannya.
Pelatih senior Liew Daren menyatakan bahwa keputusan mengenai kelanjutan Zii Jia di akademi masih dalam pembahasan. “Kepercayaan dirinya jauh lebih baik setelah turnamen ini. Kami akan terus bekerja keras untuk meraih hasil maksimal di kompetisi mendatang,” ujarnya. Daren menambahkan, kemungkinan Zii Jia kembali ke program reguler bersama Liew Daren atau melanjutkan sesi periodik di akademi akan diputuskan setelah menilai kebutuhan tim menjelang Asian Games 2026 di Aichi‑Nagoya.
Di sisi lain, mantan legenda bulu tangkis Lee Chong Wei, yang kini menjabat sebagai direktur komite kinerja tinggi Badminton Association of Malaysia (BAM), membuka pintu bagi Zii Jia untuk kembali bergabung dengan asosiasi. “Kami terbuka untuk Zii Jia kembali ke BAM jika itu yang dia inginkan. Saya senang dia melatih bersama kami sebelum Final Thomas Cup dan berinteraksi baik dengan tim,” kata Chong Wei dalam konferensi pers. Pernyataan ini menegaskan sikap fleksibel BAM dalam menyesuaikan kebijakan antara pemain independen dan tim nasional.
Keputusan Zii Jia akan memengaruhi dinamika tunggal putra Malaysia, yang masih mencari konsistensi. Pemain muda seperti Leong Jun Hao dan Justin Hoh masih berada dalam fase pengembangan, sementara Ng Tze Yong tengah pulih dari cedera punggung. Kedalaman skuad tunggal menjadi sorotan utama bagi pelatih kepala tunggal, Kenneth Jonassen, yang mengaku bertanggung jawab penuh atas hasil mengecewakan tim pada Thomas Cup.
Jonassen menegaskan, “Kinerja kami selama seminggu penuh tidak cukup baik, terutama dalam membangun kepercayaan diri pemain tunggal. Itu yang menjadi penyebab kekalahan kami,”. Ia menambahkan, “Saya tidak frustrasi dengan hasil hari ini, tetapi performa selama seminggu inilah yang menurunkan kami.” Pernyataan tegas tersebut mencerminkan tekanan yang dirasakan oleh tim menengah di tingkat internasional.
Berbagai analis olahraga menyoroti bahwa keberhasilan Zii Jia di grup dapat menjadi titik balik bagi Malaysia. Berikut beberapa poin penting yang diidentifikasi:
- Penampilan konsisten Zii Jia meningkatkan moral tim.
- Dukungan dari tokoh senior seperti Lee Chong Wei memberi ruang bagi fleksibilitas kebijakan pelatihan.
- Penilaian kembali strategi pelatihan antara independen dan nasional menjadi krusial menjelang Asian Games.
- Fokus pada peningkatan mental pemain tunggal menjadi prioritas utama, sebagaimana ditekankan Jonassen.
Ke depan, Zii Jia dijadwalkan berkompetisi di Thailand Open pada 12‑17 Mei, memulai dari babak kualifikasi. Turnamen tersebut menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan Zii Jia menjelang ajang multinasional berikutnya. Jika ia mampu mempertahankan performa baik, peluangnya untuk menjadi andalan Malaysia di Asian Games menjadi semakin besar.
Kesimpulannya, Lee Zii Jia berada pada persimpangan penting antara melanjutkan kerja sama dengan tim nasional atau tetap pada program independennya. Dukungan dari Lee Chong Wei dan evaluasi kritis dari Kenneth Jonassen menunjukkan bahwa keputusan ini tidak hanya memengaruhi karier pribadi Zii Jia, tetapi juga masa depan bulu tangkis Malaysia di panggung dunia.











