GemaWarta – 03 Mei 2026 | Kasus paspor dan izin kerja pemain asal Indonesia yang kini menjadi sorotan utama Liga Belanda memicu kegelisahan di kalangan klub, pengurus, dan penggemar. Dean James, bek yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun lalu, dikabarkan tidak memiliki izin kerja resmi saat memperkuat NAC Breda melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Kekurangan dokumen tersebut menimbulkan pertanyaan legal yang kini berujung pada gugatan resmi NAC Breda ke KNVB.
Gugatan tersebut diajukan empat hari setelah kegagalan NAC Breda menelan kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles. Dalam pernyataannya, NAC menegaskan bahwa Dean James bermain sebagai pemain ilegal, sehingga hasil pertandingan dapat dipertanyakan. Pengacara KNVB, Michiel van Dijk, memperingatkan dampak potensial yang sangat besar bila gugatan diterima, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang minimal 133 pertandingan Eredivisie.
Berita ini pertama kali mengemuka lewat podcast Belanda “De Derde Helft”, di mana presenter Rogier Jacobs menyoroti risiko kehilangan kewarganegaraan Belanda bagi pemain yang beralih menjadi Warga Negara Indonesia. Ia menambahkan bahwa klub-klub lain, termasuk yang memiliki pemain kelahiran Belanda yang kini berstatus ganda, seperti Suriname dan Cape Verde, juga dapat terpengaruh.
Pada 28 April 2026, sidang di Pengadilan Utrecht menampung argumen NAC Breda dan KNKN. Putusan dijadwalkan keluar pada 4 Mei 2026. Sementara itu, pertandingan-pertandingan lain mulai menampakkan gejala ketidakstabilan. Pada 2 Mei 2026, FC Utrecht berhasil menumbangkan NAC Breda 1-0 berkat gol penentu dari Dani de Wit pada menit ke‑86, setelah Mohamed Nassoh menerima kartu merah. Kegagalan NAC untuk mencuri poin menambah tekanan pada posisi mereka di peringkat ketujuh belas.
Jika keputusan pengadilan mengarah pada pembatalan hasil pertandingan yang melibatkan pemain ilegal, dampaknya tidak hanya terbatas pada hasil pertandingan. Berikut beberapa konsekuensi yang diproyeksikan:
- Penjadwalan ulang 133 laga Eredivisie, mengganggu kalender kompetisi dan potensi konflik dengan Piala Dunia 2026.
- Risiko pembatalan total musim 2025/2026, yang dapat menurunkan pendapatan hak siar televisi dan sponsor.
- Penalti finansial bagi klub yang terbukti melanggar regulasi paspor dan izin kerja.
- Peninjauan kembali kebijakan naturalisasi pemain di Liga Belanda.
Selain Dean James, sekitar 25 pemain lain dari negara-negara seperti Indonesia, Suriname, dan Cape Verde diduga berada dalam zona abu‑abu hukum serupa. Klub-klub besar seperti Ajax dan Feyenoord sudah menyatakan kesiapan mereka untuk menuntut pertandingan ulang bila diperlukan, menambah ketegangan di antara elit Eredivisie.
Masalah ini juga menimbulkan kegelisahan di kalangan penggemar. NAC Breda, yang selama ini berjuang menghindari degradasi, kini menghadapi ancaman eksistensial di tingkat kompetitif. Dengan hanya dua pertandingan tersisa untuk mengamankan posisi liga, mereka harus mengatasi krisis legal sekaligus meningkatkan performa di lapangan.
Dalam upaya meredam situasi, KNVB menyatakan komitmen untuk menegakkan aturan secara tegas namun adil. Namun, proses hukum yang masih berjalan membuat masa depan liga tetap tidak pasti. Seluruh mata kini tertuju pada keputusan akhir yang akan dikeluarkan pada awal Mei, yang dapat menentukan nasib ribuan pemain, staf, dan jutaan penonton.
Apapun hasilnya, skandal paspor ini telah membuka dialog penting tentang kebijakan naturalisasi, hak kerja, dan integritas kompetisi di sepak bola Belanda. NAC Breda, sebagai klub yang menyalakan gugatan, kini menjadi simbol perjuangan melawan praktik yang dianggap melanggar aturan, sekaligus menghadapi konsekuensi berat yang dapat mengubah lanskap Eredivisie selamanya.











