GemaWarta – 04 Mei 2026 | Seorang wisatawan asal Norwegia berinisial MEB (34) meninggal dunia pada Sabtu, 2 Mei 2026 setelah tertabrak sebuah boat snorkeling di perairan Tanjung Pakaang, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Menurut keterangan Kapolsek Nusa Penida I, Ketut Kesuma Jaya, korban sedang melakukan aktivitas spearfishing bersama rombongan pada pukul 09.40 WITA ketika sebuah perahu snorkeling melaju melewati area tersebut dan menabrak korban. Tabrakan tersebut membuat korban terlempar ke dalam laut dan tenggelam.
Seorang penumpang kapal yang berada di lokasi segera menolong korban ke permukaan. Tim penyelamat dari Polsek Nusa Penida bersama petugas medis langsung dikerahkan ke lokasi. Korban dievakuasi ke Pelabuhan Toyapakeh, kemudian dibawa ke Klinik Nusa Medical untuk penanganan awal. Selama proses evakuasi tim medis melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP) selama kurang lebih satu jam, namun kondisi korban tidak membaik.
Hasil pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa korban mengalami luka-luka serius, antara lain:
- Bruising pada dada kanan bagian bawah
- Patah tulang kaki kanan
- Luka robek pada paha kanan
Setelah upaya RJP, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Denpasar untuk proses identifikasi dan penanganan selanjutnya.
Kapolsek Ketut Kesuma Jaya menjelaskan, “Kami bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan, mulai dari evakuasi korban, mengamankan lokasi, hingga mengumpulkan keterangan para saksi. Kami juga berkoordinasi dengan pihak medis dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.” Penyidikan masih berlangsung, termasuk pengumpulan keterangan saksi, rekaman CCTV, serta data kapal snorkeling yang terlibat.
Pihak kepolisian mengingatkan seluruh pelaku wisata bahari, baik wisatawan maupun operator kapal, untuk selalu mengutamakan keselamatan. Aktivitas spearfishing dan snorkeling memerlukan koordinasi yang baik, penetapan zona aman, serta penggunaan peralatan keselamatan yang memadai.
Kasus ini menambah daftar insiden kecelakaan laut yang menimpa wisatawan asing di Bali pada tahun 2026, sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap operasional kapal wisata di daerah rawan. Meskipun upaya penyelamatan dan CPR telah dilakukan secara intensif, tragisnya, nyawa MEB tidak dapat diselamatkan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa keselamatan di atas laut harus menjadi prioritas utama, baik bagi otoritas, penyedia jasa wisata, maupun para pengunjung.









