Sosok

Mengenang Umi Ichun, Istri Abu Bakar Ba’asyir yang Wafat di Sukoharjo pada 4 Mei 2026

×

Mengenang Umi Ichun, Istri Abu Bakar Ba’asyir yang Wafat di Sukoharjo pada 4 Mei 2026

Share this article
Mengenang Umi Ichun, Istri Abu Bakar Ba'asyir yang Wafat di Sukoharjo pada 4 Mei 2026
Mengenang Umi Ichun, Istri Abu Bakar Ba'asyir yang Wafat di Sukoharjo pada 4 Mei 2026

GemaWarta – 05 Mei 2026 | Umi Ichun, yang dikenal sebagai Aisyah binti Abdul Rahman Baraja, meninggal dunia pada Senin 4 Mei 2026 di Sukoharjo pada usia 82 tahun. Kematian beliau disebabkan oleh komplikasi penyakit kronis yang meliputi diabetes, gangguan jantung, dan masalah paru-paru, yang telah diderita selama beberapa bulan terakhir.

Menurut keterangan Humas Ponpes Al Mukmin Ngruki, Endro Sudarsono, Umi Ichun direncanakan akan melakukan kontrol kesehatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo pada pagi hari itu. Namun, sebelum sempat berangkat, beliau menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 09.20 WIB di rumah. Kondisi kesehatannya memang sudah menurun, dengan riwayat diabetes yang lama dan beberapa kali menjalani perawatan rawat jalan di RS Kustati serta PKU Solo.

🔖 Baca juga:
Pembaruan Besar di Kemenkeu: Luky Alfirman Dicopot dari Dirjen Anggaran, Apa Dampaknya?

Umi Ichun sempat mengalami amputasi kaki sekitar empat bulan sebelum wafatnya, akibat luka diabetes yang tak kunjung sembuh. Putranya, Abdul Rochim Ba’asyir yang lebih dikenal sebagai Ustaz Lim, menjelaskan bahwa ibu mereka sempat berdoa dan mengucapkan pasrah kepada Allah sebelum kematiannya. Ia juga menambahkan bahwa ibu selalu banyak beristighfar, membaca hafalan Al‑Qur’an, serta melanjutkan wirid setiap hari.

Setelah meninggal, jenazah Umi Ichun dibawa ke Masjid Baitussalam kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki untuk dishalatkan oleh santri, keluarga besar, serta para sahabat. Upacara salat jenazah dilaksanakan dengan khidmat, mencerminkan penghormatan yang tinggi terhadap sosok ibu yang selama ini dipandang sebagai figur keibuan di kalangan santri.

Selanjutnya, jenazah dipindahkan ke Pemakaman Islam Polokarto, Sukoharjo, pada pukul 15.15 WIB. Tempat pemakaman dipilih sesuai dengan tradisi keluarga dan lokasi pesantren yang menjadi rumah besar bagi Umi Ichun. Pada saat pemakaman, banyak santri dan tokoh agama yang turut hadir, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam.

🔖 Baca juga:
Persib Waspadai Dewa United: Kekuatan Timnas Indonesia Jadi Ancaman Utama

Umi Ichun meninggalkan seorang suami, Abu Bakar Ba’asyir, serta tiga orang anak, yaitu Zulfa Ba’asyir, Rosyid Ridho Ba’asyir, dan Abdul Rachim Ba’asyir. Ketiga putra dan putrinya turut berduka cita sekaligus melanjutkan peran keluarga dalam mengelola Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki. Berikut daftar nama anak yang ditinggalkan:

  • Zulfa Ba’asyir
  • Rosyid Ridho Ba’asyir
  • Abdul Rachim Ba’asyir

Selama hidupnya, Umi Ichun dikenal sebagai sosok yang lembut, setia, dan penuh kasih kepada santri. Ia tidak hanya berperan sebagai istri pendiri pesantren, tetapi juga sebagai ibu besar yang memberikan perhatian khusus kepada para murid, menegakkan disiplin, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan. Santri mengingatnya sebagai sosok yang selalu menyambut dengan senyum, memberi nasihat, dan menyiapkan makanan sederhana namun bergizi.

Dalam beberapa wawancara singkat, santri menceritakan bahwa Umi Ichun sering mengajarkan pentingnya sabar dalam menghadapi cobaan, serta menekankan pentingnya dzikir dan doa. Ia juga mengingatkan para murid untuk selalu menjaga kesehatan, meski dirinya sendiri mengidap penyakit kronis yang lama.

🔖 Baca juga:
CNG 3 kg Siap Gantikan LPG: Harga Lebih Murah 40% dan Tabung Melon Akan Dihapus?

Kehilangan Umi Ichun menjadi duka mendalam bagi komunitas Ponpes Al Mukmin Ngruki. Pengurus pesantren berjanji akan melanjutkan semangat keibuan beliau melalui program kesehatan bagi santri dan peningkatan fasilitas ibadah. Mereka juga berkomitmen menjaga warisan nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan oleh pasangan pendiri pesantren.

Secara umum, peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya peran perempuan dalam lingkungan pesantren, tidak hanya sebagai pendukung logistik, tetapi juga sebagai sumber inspirasi spiritual. Umi Ichun, dengan keteguhan iman dan kesabaran, meninggalkan jejak yang akan terus dikenang oleh generasi berikutnya.

Dengan selesainya proses pemakaman, keluarga Besar Ba’asyir dan seluruh umat di Ponpes Al Mukmin Ngruki berharap agar almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Allah serta diberi ketabahan bagi yang ditinggalkan. Doa-doa terus mengalir, menutup lembaran akhir kehidupan Umi Ichun yang penuh dedikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *