GemaWarta – 07 Mei 2026 | Setelah menampilkan performa gemilang pada Thomas Cup 2026, tim ganda Malaysia kini berada di persimpangan penting. Pelatih senior Herry IP mengungkap bahwa perubahan strategi ganda yang dianggap sebagai terobosan terbesar dalam turnamen tersebut menimbulkan risiko baru yang harus dihadapi menjelang Asian Games mendatang.
Rombakan ganda yang dilakukan pada fase grup Thomas Cup 2026 melibatkan perpindahan posisi pemain senior ke pasangan baru, serta penempatan talenta muda pada slot penting. Keputusan itu menghasilkan kemenangan dramatis melawan tim-tim kuat, termasuk mengalahkan pasangan unggulan dari Indonesia dan Jepang. Namun, Herry IP menekankan bahwa kemenangan itu tidak serta-merta menjamin stabilitas jangka panjang.
“Kami berhasil menciptakan sinergi cepat di antara pemain, namun kecepatan adaptasi itu datang dengan biaya,” ujar Herry IP dalam konferensi pers pasca turnamen. “Rombakan ganda terbaik memang memberi kami peluang menang, tetapi kami menyadari adanya potensi kelelahan, cedera, dan penurunan koherensi bila tidak dikelola dengan hati-hati.”
Pelajaran penting itu, menurut Herry, tidak hanya berasal dari Thomas Cup 2026, melainkan juga dari pengalaman SEA Games sebelumnya. Di SEA Games, Malaysia mengalami kegagalan seleksi ganda yang terlalu agresif, yang akhirnya membuat beberapa pemain utama terpaksa absen karena cedera. “SEA Games memberi kami contoh konkret bahwa kebijakan selektif harus dipadukan dengan manajemen beban yang bijak,” tambahnya.
Dengan menatap Asian Games yang akan datang, Herry IP menegaskan bahwa proses seleksi skuad Malaysia akan lebih selektif. Ia berencana mengadakan serangkaian uji coba internal, menilai tidak hanya hasil pertandingan, tetapi juga faktor kebugaran, mental, dan kompatibilitas antar pemain. “Kami tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Setiap pasangan ganda akan diuji ketahanan fisik dan psikologisnya secara menyeluruh,” jelasnya.
Para analis menilai bahwa keputusan Herry IP dapat memengaruhi peluang medali Malaysia di Asian Games. Jika rombakan ganda terbukti stabil, Malaysia berpotensi menambah koleksi medali emas. Namun, bila risiko cedera atau ketidakharmonisan tim meningkat, peluang tersebut dapat berkurang signifikan.
Secara keseluruhan, strategi ganda yang dipilih pada Thomas Cup 2026 menjadi titik tolak penting bagi perencanaan jangka panjang tim nasional. Herry IP menutup pernyataannya dengan harapan bahwa pembelajaran dari SEA Games dan Thomas Cup akan membawa Malaysia pada performa yang lebih konsisten dan kompetitif di panggung internasional.











