Sejarah

HUT ke-74 Kopassus 2026: Sejarah Panjang Grup‑2 di Kartasura, Kandang Menjangan yang Legendaris

×

HUT ke-74 Kopassus 2026: Sejarah Panjang Grup‑2 di Kartasura, Kandang Menjangan yang Legendaris

Share this article
HUT ke-74 Kopassus 2026: Sejarah Panjang Grup‑2 di Kartasura, Kandang Menjangan yang Legendaris
HUT ke-74 Kopassus 2026: Sejarah Panjang Grup‑2 di Kartasura, Kandang Menjangan yang Legendaris

GemaWarta – 16 April 2026 | Hari ini, 16 April 2026, menandai peringatan ke-74 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk meninjau kembali prestasi unit elit TNI AD, tetapi juga mengangkat kembali jejak sejarah markas Grup‑2 yang berlokasi di Kartasura, sering disebut sebagai “kandang menjangan“. Tema resmi perayaan, “Garda Senyap Untuk Negeri”, mencerminkan peran strategis Kopassus yang beroperasi di balik layar untuk menjaga kedaulatan bangsa.

Sejarah Kopassus berakar pada kondisi keamanan Indonesia pada awal masa kemerdekaan. Pada Juli 1950, pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan) mengguncang wilayah Maluku. Untuk menumpas gerakan tersebut, Panglima Tentara Teritorium III, Kolonel A.E. Kawilarang, bersama Letnan Kolonel Slamet Riyadi, memimpin operasi militer yang menuntut mobilitas dan kecepatan tinggi. Pengalaman tersebut menimbulkan gagasan pembentukan satuan pemukul khusus yang kemudian diwujudkan lewat Instruksi Panglima Tentara Teritorium III Nomor 55/Instr/POS/52 pada 16 April 1952.

Instruksi tersebut melahirkan Kesatuan Komando Teritorium III, cikal bakal Kopassus. Satuan ini mengalami beberapa perubahan nama sebelum resmi menjadi Komando Pasukan Khusus pada tahun 1985. Selama perjalanan panjangnya, Kopassus tidak hanya terlibat dalam operasi domestik, melainkan juga berperan penting dalam misi internasional, mulai dari penanggulangan terorisme hingga bantuan kemanusiaan.

Markas Grup‑2 di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, memiliki sejarah yang tak kalah menarik. Didirikan pada akhir 1960-an, fasilitas ini awalnya berfungsi sebagai pangkalan latihan khusus untuk pasukan anti‑gerak cepat. Karena lokasinya yang dikelilingi hutan lebat dan medan yang menantang, para prajurit sering menyebutnya “kandang menjangan”—istilah yang mengisyaratkan lingkungan keras tempat mereka dilatih menjadi prajurit tangguh.

Selama dekade 1970‑an, Grup‑2 Kartasura menjadi pusat pengembangan taktik gerak cepat, penyusupan, dan operasi khusus di dalam negeri. Pelatihan di sini menekankan pada ketahanan fisik, kemampuan navigasi hutan, serta teknik pertempuran jarak dekat. Banyak operasi penting Kopassus, termasuk penindakan gerakan separatis di Papua dan penanggulangan terorisme di Jawa Barat, menelurkan prajurit yang pernah dilatih di “kandang menjangan” ini.

Pada peringatan HUT ke-74, komandan Kopassus menegaskan kembali arti penting sejarah tersebut. Ia menyatakan, “Setiap langkah kami hari ini berdasar pada dedikasi para pendiri dan pelatihan keras di tempat-tempat seperti Kartasura. Tema ‘Garda Senyap Untuk Negeri’ bukan sekadar slogan, melainkan janji untuk terus melindungi bangsa tanpa sorotan publik yang berlebihan.”

Selain menampilkan sejarah, perayaan HUT ke-74 juga memperkenalkan logo baru yang menggabungkan simbol perisai, bintang, dan helix DNA, melambangkan kekuatan, kebangsaan, serta inovasi teknologi dalam operasi militer. Logo tersebut dirancang untuk menegaskan identitas Kopassus sebagai satuan yang terus beradaptasi dengan tantangan zaman.

Secara keseluruhan, HUT ke-74 Kopassus 2026 menjadi refleksi perjalanan panjang sebuah satuan elit yang lahir dari kebutuhan akan respons cepat pada masa awal kemerdekaan, hingga menjadi garda senyap yang melindungi Indonesia di berbagai medan. Markas Grup‑2 di Kartasura, dengan julukan “kandang menjangan”, tetap menjadi saksi bisu dari proses pembentukan karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan siap menghadap segala ancaman.

Kesimpulannya, peringatan ke-74 tidak hanya memperingati usia Kopassus, melainkan juga menyoroti warisan sejarah yang meliputi pendirian, transformasi, serta peran sentral markas Kartasura dalam mencetak prajurit elite. Dengan semangat “Garda Senyap Untuk Negeri”, Kopassus bertekad melanjutkan tradisi keunggulan, menjaga stabilitas dan kedaulatan Indonesia untuk generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *