GemaWarta – 11 Mei 2026 | Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah kedua negara saling tuduh melanggar gencatan senjata. Gencatan senjata tersebut telah disepakati oleh Presiden AS Donald Trump dan berlangsung selama tiga hari, dari Sabtu hingga Senin.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan bahwa Rusia melakukan 51 serangan di berbagai wilayah, termasuk wilayah Sumy di Ukraina timur laut pada Sabtu. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa Ukraina telah melakukan 1.173 serangan dengan senjata seperti meriam artileri dan tank, dan 7.151 serangan menggunakan wahana nirawak sejak Jumat.
Rusia telah mendeklarasikan gencatan senjata sepihak selama dua hari mulai Jumat untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua pada 9 Mei. Namun, gencatan senjata tersebut tidak berjalan lancar karena adanya serangan-serangan yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dirinya siap bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di negara ketiga mana pun, tetapi hanya untuk merampungkan perjanjian damai guna mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama empat tahun.
Putin juga menegaskan bahwa Ukraina harus menarik pasukannya dari wilayah Donbas untuk mengakhiri perang. Ia mengatakan bahwa selama Ukraina tidak mengambil langkah tersebut, maka perang akan terus berlanjut.
Konflik antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama empat tahun dan telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka. Konflik tersebut juga telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan perekonomian Ukraina.
Internasional telah melakukan upaya-upaya untuk mengakhiri konflik tersebut, termasuk dengan mengadakan perundingan-perundingan antara Rusia dan Ukraina. Namun, upaya-upaya tersebut belum berhasil mengakhiri konflik tersebut.
Kesimpulan, konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut dan belum ada tanda-tanda bahwa konflik tersebut akan segera berakhir. Internasional harus terus melakukan upaya-upaya untuk mengakhiri konflik tersebut dan membantu Ukraina dalam memulihkan diri dari dampak konflik.











