Bisnis

Widodo Makmur Perkasa Catat Lonjakan Penjualan 76,6% dan Rugi Turun 60%: Strategi Rights Issue dan Kemitraan Tyson Foods 2026

×

Widodo Makmur Perkasa Catat Lonjakan Penjualan 76,6% dan Rugi Turun 60%: Strategi Rights Issue dan Kemitraan Tyson Foods 2026

Share this article

GemaWarta – 16 April 2026 | PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan pada tahun 2025. Rugi bersih perusahaan berhasil ditekan sebesar 60,6% menjadi Rp234,94 miliar, sementara penjualan konsolidasi melonjak 76,6% mencapai Rp1,01 triliun dibandingkan Rp572,92 miliar pada tahun 2024. Peningkatan tersebut didominasi oleh segmen peternakan unggas (poultry) yang menyumbang lebih dari 70% total pendapatan.

CEO WMPP, Tumiyono, menyatakan bahwa penurunan kerugian mencerminkan awal pemulihan fundamental perusahaan meskipun tantangan masih ada. “Rugi bersih yang berhasil ditekan hingga lebih dari setengah menunjukkan kinerja Perseroan mulai mengalami perbaikan,” ujarnya dalam konferensi pers pada 16 April 2026.

🔖 Baca juga:
Delisting SRIL: Nasib Miliaran Dana Lo Kheng Hong dan Investor Lain Terancam

Berikut rangkuman kunci kinerja keuangan WMPP selama dua tahun terakhir:

Tahun Penjualan Konsolidasi (Rp Triliun) Rugi Bersih (Rp Miliar) Kontribusi Segmen Utama
2024 0,573 596,50 Poultry 68%, Meat & Processing 20%
2025 1,010 234,94 Poultry 73,22%, Meat & Processing 21,86%

Segmen poultry menjadi pilar utama, menghasilkan 73,22% dari total pendapatan, diikuti oleh meat & processing sebesar 21,86%, peternakan sapi (cattle) 3%, dan komoditas pertanian 1,92%.

Prospek industri pangan diperkirakan tetap cerah. Laporan OECD‑FAO Agricultural Outlook 2025‑2034 memperkirakan konsumsi global komoditas pertanian dan perikanan akan tumbuh 13% dalam satu dekade, dengan permintaan daging sapi dan unggas masing-masing naik 21% dan 13% pada 2034. Di Indonesia, program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan proyeksi BPS menunjukkan kenaikan konsumsi daging sapi hingga 11,6% pada 2026 (sekitar 964.166 ton).

🔖 Baca juga:
Pertamina Siapkan Studi Kecocokan Minyak Rusia, Langkah Strategis Indonesia Amankan Pasokan Energi

Untuk memanfaatkan momentum tersebut, WMPP menyiapkan dua langkah strategis utama. Pertama, aksi korporasi rights issue dengan penerbitan hingga 8,5 miliar saham baru bernilai nominal Rp20 per saham. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, konversi hak tagih pemegang saham dan medium‑term notes (MTN) menjadi saham, serta menambah modal kerja. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dijadwalkan pada 21 Mei 2026, dengan proses pendaftaran ke OJK diharapkan selesai dalam 12 bulan.

Kedua, WMPP mengumumkan adanya pendekatan strategis dari Tyson Foods, perusahaan pangan asal Amerika Serikat. Jika kerjasama terwujud, kemitraan tersebut dapat menjadi katalis utama ekspansi WMPP di pasar domestik dan potensi ekspor, sekaligus membawa teknologi dan praktik terbaik dalam manajemen peternakan.

Strategi efisiensi operasional juga menjadi fokus. Manajemen berencana meningkatkan utilisasi fasilitas di segmen cattle dan poultry, serta melakukan divestasi aset tidak produktif untuk memperbaiki likuiditas. Langkah‑langkah ini diharapkan menurunkan rasio pinjaman terhadap ekuitas serta meningkatkan daya saing di industri pangan nasional.

🔖 Baca juga:
Saham Salim Ivomas Pratama Melejit 12,7%: Bintang Baru di Langit IHSG 2026

Secara keseluruhan, kombinasi pertumbuhan penjualan yang kuat, penurunan kerugian yang signifikan, aksi rights issue, dan peluang kemitraan dengan Tyson Foods menandai titik balik bagi PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, perusahaan diproyeksikan akan terus memperbaiki kinerja keuangan dan memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam rantai nilai pangan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *